Kasus pelecehan dan kekerasan seksual terus meningkat setiap tahun, namun laki-laki sebagai korban masih “tidak terlihat” karena stigma yang menganggap mereka selalu kuat. Media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat mengenai isu ini. Penelitian ini menganalisis framing kasus pelecehan seksual Pradikta Wicaksono pada Tribunnews.com dan Konde.co selama Januari 2023. Dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann serta analisis framing Pan dan Kosicki, penelitian ini membandingkan cara kedua media membangun realitas tentang korban laki-laki. Hasilnya, Tribunnews.com menonjolkan personalisasi korban dan orientasi klik, sementara Konde.co menekankan kritik terhadap normalisasi pelecehan seksual di industri musik dan memberikan dukungan kepada korban. Penelitian ini merekomendasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut mengenai kasus pelecehan seksual pada laki-laki, peningkatan sensitivitas media, serta pengembangan kebijakan dan lembaga yang menangani korban laki-laki.
Copyrights © 2025