Pakaian adat pengantin salu' dan baniang telah mengalami perkembangan yang dipengaruhi berbagai faktor, namun aspek-aspek yang mengalami perkembangan belum terungkap, sehingga kerap dianggap statis. Penelitian ini bertujuan mengungkap perkembangan bentuk dan fungsi pakaian adat pengantin salu' dan baniang di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara serta faktor-faktor yang memengaruhi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan, bahwa pakaian adat pengantin salu' dan baniang mengalami perkembangan bentuk dan fungsi secara bertahap sejak tahun 1930-2023, karena dipengaruhi berbagai faktor. Perkembangan bentuk terlihat dari adanya perubahan pola pakaian, aksesoris hamunsei, mandapuung, sunting, sedeng pada pakaian adat salu, dan perubahan pola pakaian, aksesoris, mogilenso, bandang talempang, talawako, keris, tamong pada pakaian adat baniang. Perkembangan fungsi terlihat dari adanya perubahan fungsi yaitu pakaian raja dan ratu, busana pernikahan, busana tari, dan pakaian pawai, yang merepresentasikan simbol adat Bolaang Mongondow. Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi: daya kreasi pembuatnya, kebutuhan individu dan sosial, adat istiadat, perekonomian masyarakat, teknologi tekstil, dan budaya modern.
Copyrights © 2026