cover
Contact Name
Dr. Iis Purnengsih, M.Sn
Contact Email
jurnal.visualheritage@gmail.com
Phone
+628989421606
Journal Mail Official
jurnal.visualheritage@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
ISSN : 27984656     EISSN : 26230305     DOI : https://doi.org/10.30998/vh.v8i3
Core Subject :
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya fokus untuk menerbitkan artikel penciptaan maupun pengkajian untuk semua aspek, meliputi laporan penelitian terbaru dan ide-ide konseptual dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dalam bidang Desain, Ilustrasi, Fotografi, Seni, Budaya Visual serta bidang keilmuan seni dan humaniora lainnya. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kajian tipografi, branding, fotografi, media, desain komunikasi visual, periklanan, animasi, ilustrasi, budaya visual, nirmana, film, videografi, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Panorama Alam ISBI Cikamuning Dalam Eksplorasi Gambar Ilustratif Asep Kusnadi Patra Suwanda; Retno Dwimarwati; Arthur Supardan Nalan
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/v9h4fy02

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi panorama alam ISBI Cikamuning sebagai sumber inspirasi dalam pembuatan karya gambarv ilustrasi. Lingkungan kampus yang dikelilingi perbukitan, pepohonan, pesawahan, sungai, bebatuan, tegalan tanah, alang-alang, dan suasana ekologis khas pegunungan menjadi objek visual yang potensial untuk diolah secara artistik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di antaranya melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, serta eksplorasi karya ilustrasi dengan teknik manual. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan, bahwa panorama alam ISBI Cikamuning dapat direpresentasikan ke dalam beberpa gaya ilustrasi, salah satunya adalah gaya realis-naturalistik. Gaya ilustrasi realis-naturalistik ini berfungsi menghadirkan visual  yang mirip dengan kenyataan sehingga objek yang digambarkan bisa sangat nyata, jelas, dan mudah dikenali. Hasil dari eksplorasi ini menegaskan bahwa ilustrasi panorama tidak hanya merekam keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan ekologis, memperkuat identitas lokal, dan berfungsi sebagai media edukatif serta publikasi visual areal lahan kampus. Dengan demikian, panorama alam ISBI Cikamuning dalam perspektif eksplorasi gambar ilustrasi tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga mampu memberikan pengalaman artistik yang merefleksikan keindahan, ketenangan, dan harmoni alam yang mana dalam konteks  ekologis menjadi begitu penting bagi pengembangan kesadaran lingkungan.    
Pendidikan Seni Inklusif di SD Maranatha 01: Adaptasi Metode Pembelajaran untuk Beragam  Kebutuhan Peserta didik Ani Nur Auliyatun Latifah; Hartono; Wahyu Lestari
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/zfexm457

Abstract

This study seeks to analyze the adaptation of arts teaching methods in the implementation of inclusive education at SD Maranatha 01 Semarang. The central issue addresses how arts teachers modify their instruction to effectively respond to the heterogeneous needs of students, including Children with Special Needs (CSN), particularly in managing the frequent distractions experienced by students. The research employed a descriptive qualitative method utilizing a case study strategy at this private school. Data collection was executed through observation, in-depth interviews with the fourth-grade teacher, as well as documentation. Data validity was ensured via source triangulation. The analysis followed the interactive model by Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the teachers successfully implemented differentiated instruction in a flexible manner. They adjusted the material and learning processes based on a thorough analysis of student interests and needs. A variety of methods, such as singing, drawing, and media exploration, were utilized to foster active participation and enhance comprehension. Institutional support and self-directed learning were instrumental in helping teachers overcome challenges. This implementation had a positive impact, notably increasing student independence and self-confidence.
Redefinisi Legitimasi Artistik Di Era Digital: Perspektif Seniman Indonesia Tentang Platform, Praktik, Dan AI  Levinthius Herlyanto; Rista Ihwanny
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/2skb5f28

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara para seniman dalam menciptakan, menyajikan, serta memperoleh pengakuan atas karya mereka. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana para seniman muda Indonesia membangun identitas dan legitimasi kesenimanan mereka melalui platform digital, khususnya dengan melihat peran media sosial, perangkat digital, dan kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menggabungkan wawancara semi-terstruktur terhadap 14 seniman Indonesia yang aktif membagikan karyanya secara daring dan kajian pustaka. Studi ini menggunakan landasan teori institusional seni dari Dickie, konsep habitus dan kapital simbolik dari Bourdieu, serta estetika relasional dan pemikiran pasca-humanis. Hasil studi ini menunjukkan adanya pergeseran dalam pusat pengakuan artistik. Jika sebelumnya legitimasi diberikan oleh institusi formal seperti galeri dan kurator, kini hal tersebut semakin dipengaruhi oleh interaksi dengan audiens, keterlibatan di media sosial, dan partisipasi dalam open call. Para seniman menerapkan berbagai strategi kreatif: ada yang fokus menggunakan teknik tradisional seperti melukis atau menggambar, sementara yang lain memadukan perangkat digital dalam proses pencarian ide maupun penyelesaian akhir. AI pun dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk pengembangan konsep, tetapi peran seniman sebagai pencipta karya tetap menjadi yang utama.
Hegemoni Kekuasaan Dalam Pagelaran Wayang Climen Lakon “Semar Mbangun Kayangan” Oleh Ki Seno Nugroho Perspektif Antonio Gramsci Panji Perdana Putra Priyanto; Ahmad Fatkhur Rohman; Shinta Shinta Nurziana
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rq1e0v55

Abstract

Wayang kulit merupakan bentuk seni tradisional yang kaya akan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. Lakon Semar Mbangun Kayangan yang dipentaskan oleh Ki Seno Nugroho menggambarkan perjuangan Semar dalam membangun “kayangan” sebagai simbol pembangunan moral masyarakat. Artikel ini menganalisis penerapan teori hegemoni kekuasaan Antonio Gramsci dalam pagelaran wayang kulit tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis naratif dan simbolik untuk memahami bagaimana wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai sarana penyebaran dan perlawanan terhadap nilai-nilai ideologis kekuasaan hegemonik. Dengan memanfaatkan simbol-simbol dalam pagelaran, lakon ini mencerminkan dialektika antara kekuasaan dan kesadaran rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana pagelaran ini berfungsi sebagai arena pertarungan ideologis, di mana kekuasaan dominan dihadapkan dengan nilai-nilai alternatif yang dapat menantang hegemoni tersebut. Artikel ini menegaskan bahwa seni pertunjukan wayang kulit berperan penting dalam membentuk kesadaran politik dan sosial masyarakat. Selain itu, wayang kulit juga berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk merefleksikan dan mengkritisi ideologi yang berlaku, serta memperkenalkan nilai-nilai baru yang dapat menumbuhkan kesadaran kolektif.
A Comparative Study of Visual Composition: Jamu Buyung Upik Packaging Design 1990 and 2019 Vania Hefira; Martinus Eko Prasetyo
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ccrxav70

Abstract

Jamu, a traditional Indonesian herbal medicine, remains an important part of cultural heritage and is still used by the public to maintain health. One of the most iconic jamu brands with a strong visual identity is Buyung Upik, which specifically targets children as its main audience. Although jamu has gained international recognition, studies from the perspectives of visual communication design and brand management remain limited. This research analyzes the visual composition of Buyung Upik’s packaging design from 1990 and 2019, focusing on elements of color, typography, illustration, layout, and visual messaging through a descriptive qualitative approach. The aim is to understand how design changes reflect the brand’s visual strategy and adaptation to market trends. The findings reveal consistent color schemes that strengthen brand identity, alongside shifts in illustration and layout reflecting social context. The 1990 packaging shows children holding hands, symbolizing togetherness and outdoor play, while the 2019 design features more dominant and expressive characters, representing modern children who are confident and open. From a design perspective, these changes illustrate the evolution of visual strategy and brand repositioning to remain relevant and competitive in the modern market. This study highlights the importance of packaging design as a medium of visual communication and branding strategy in preserving the continuity of traditional jamu identity.
Bentuk Simbolik Kekerasan Garuda Putih Dalam Novel Garuda Putih Karya Suparto Brata (Kajian Sosiologi Sastra Pierre Bourdieu) Sucipto Hadi Purnomo; Aulia Rizki Rahmaulidayani; Teguh Supriyanto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jveygp28

Abstract

Novel Garuda Putih karya Suparto Brata merefleksikan bentuk kekuasaan dan kekerasan simbolik yang tersembunyi dalam relasi sosial masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk kekerasan simbolik yang terdapat dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata melalui perspektif sosiologi Pierre Bourdieu yang berfokus pada konsep habitus, modal, dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik close reading, pengumpulan data melalui kutipan teks, serta analisis terhadap dialog dan narasi menggunakan teori kekerasan simbolik Bourdieu. Data dianalisis dengan menelaah bagaimana praktik dominasi berlangsung secara halus melalui mekanisme sosial dan budaya yang diterima oleh masyarakat tanpa disadari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam novel ini termanifestasi melalui habitus tokoh Garuda Putih sebagai penjahat berjiwa kesatria yang justru memperoleh legitimasi moral dari masyarakat, serta melalui modal budaya dan sosial yang dimilikinya untuk mendominasi wacana publik. Garuda Putih menggunakan simbol-simbol budaya seperti surat, narasi media, dan citra moral untuk membangun kekuasaan simbolik yang sulit ditentang, sementara masyarakat sebagai pihak terdominasi justru menormalisasi tindakan tersebut sebagai bentuk perjuangan keadilan. Dengan demikian, kekerasan simbolik tidak hanya hadir dalam bentuk penindasan langsung, tetapi juga melalui pengakuan dan legitimasi sosial terhadap figur yang dianggap heroik. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca karya sastra sebagai ruang reproduksi kekuasaan simbolik yang mencerminkan relasi sosial dan ideologi dalam masyarakat
Nilai Edukatif Pada Teks Cakepan Gerongan Ketawang Ibu Pertiwi Dimas Ageng Pratama; Sri Prastiti Kusuma Anggraeni
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cxxg0m17

Abstract

Nilai edukatif dalam teks cakepan gerongan Ketawang Ibu Pertiwi karya Ki Nartosabdo perlu diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai edukatif yang terdapat pada teks cakepan Ketawang Ibu Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan analisis semiotik yang dikemukakan Herman J. Waluyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketawang Ibu Pertiwi memuat nilai cinta tanah air, penghormatan kepada leluhur, tanggung jawab, kasih sayang terhadap sesama, dan ajakan merawat bumi.    
Pitutur Luhur Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam Gendhing-Gendhing Karya Ki Nartosabdho Bimo Adi Saputro; Prastiti Kusuma Anggraeni; Didik Supriadi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/1tdx5e65

Abstract

Pitutur luhur adalah pesan moral yang dapat ditemukan pada karya sastra Jawa. Salah satunya, Tembang Macapat pada gendhing-gendhing Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pitutur luhur yang terkandung pada Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam gendhing-gendhing karya Ki Nartosabdho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data dalam penelitian ini yaitu dokumen berupa teks Macapat Kinanthi dalam gendhing-gendhing Ki Nartosabdho.  Data pada penelitian ini adalah teks yang mengandung pitutur luhur Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam gendhing-gendhing karya Ki Nartosabdho. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, yakni: (1) ketuhanan dan religius, ditunjukkan dengan konsep menyatunya batin antara hamba kepada Tuhan dan kepada alam sekitar, (2) tekad seseorang, ditunjukan dalam menggapai sesuatu yang baik, seseorang harus berlandaskan hati yang baik dan keteguhan pada pendirian, (3) pengendalian diri, dijelaskan bahwa landasan hidup yang dapat dijadikan sebagai tameng nafsu angkara ada empat hal, yakni sabar, tenang, selalu waspada, dan ingat (tuhan), (4) moral manusia, bagaimana cara seseorang tidak mudah tergiur oleh sesuatu yang mewah dan harus selalu ingat atas akibat dari semua perbuatan, dan (5) hidup berkewarganegaraan berlandaskan Pancasila sila ketiga, yang harus diutamakan demi tercapainya kerukunan antar warga negara.  
Strategi Desain Produk dalam Mengantisipasi Homogenisasi Produk Home Living Berbasis Kayu di Marketplace Digital Ira Samri
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/htq2bc43

Abstract

Fenomena homogenisasi harga produk home living berbasis kayu di marketplace digital menjadi tantangan serius bagi pelaku industri, khususnya dalam menonjolkan nilai kualitas material kayu. Homogenisasi ini membuat produk dengan kualitas kayu berbeda dihargai serupa, sehingga konsumen cenderung mengabaikan aspek material dan lebih berfokus pada harga serta visual produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi desain produk yang dapat membantu produsen mengatasi tantangan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis marketplace digital serta wawancara mendalam dengan pakar kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan algoritma marketplace dan praktik penjual menjadi faktor utama homogenisasi harga, sementara persepsi konsumen terhadap kualitas produk dipengaruhi oleh keterbatasan informasi material. Rekomendasi strategis meliputi penggunaan material ekonomis, narasi produk yang kuat, serta optimalisasi desain visual untuk menciptakan keunggulan kompetitif di pasar digital.
Edupreneurship Nilai-Nilai Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal di Sanggar Edas Kota Bogor Muhammad Fahri; Fatimah Azahra; Luthfiyah Nurfaizah
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/8qpvsk06

Abstract

Penelitian ini ingin mendeskripsikan edukasi nilai-nilai seni budaya dan potensi kewirausahaan berkearifan lokal di Sanggar Edas Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data diambil dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, sementara analisis menggunakan teknik display, reduksi serta konklusi secara simultan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi nilai-nilai seni budaya berbasis kearifan lokal yang dilakukan oleh Sanggar Edas Kota Bogor sudah baik dan menunjukkan perkembangannya. Program-program edukasi yang dilakukan diantaranya tarian tradisional, musik tradisional, karawitan, pedalangan serta dibimbing oleh instruktur yang berkualifikasi dan bersertifikasi. Selain itu, potensi edupreneurship nilai-nilai seni budaya berbasis kearifan lokal di Sanggar Edas juga cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme masyarakat untuk mengetahui dan mempelajari kesenian dan kebudayaan lokal. Adapun potensi kewirausahaan dapat dikembangkan dengan mengadakan kreasi dan inovasi pembelajaran maupun produk-produk kesenian dan hal tersebut juga mendorong tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat sekitar.