Tujuan penelitian ini adalah menganalisis representasi budaya R&B melalui gaya berpakaian pendengarnya dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall sebagai kerangka utama. Penelitian ini juga berupaya menambah kajian budaya dan penelitian akademik mengenai fenomena gaya berpakaian pendengar musik R&B di media sosial yang masih terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, didasarkan pada tinjauan pustaka yang mengkaji artikel ilmiah tentang musik R&B, mode sebagai identitas, budaya populer, dan praktik representasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika R&B ditandai oleh warna gelap, siluet longgar, minimalisme perkotaan, dan simbol streetwear yang telah lama diasosiasikan dengan genre tersebut. Bukti visual menunjukkan bahwa pendengar menyampaikan keadaan emosional dan identitas musik mereka melalui gaya pakaian yang selaras dengan karakter R&B. Penelitian ini menemukan bahwa pembuat konten membentuk representasi budaya R&B melalui proses pengkodean visual, sedangkan audiens menafsirkan makna tersebut secara kolektif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa representasi budaya R&B tidak hanya hadir melalui musik, tetapi juga melalui gaya berpakaian sebagai bahasa visual yang mencerminkan identitas, emosi, dan afiliasi genre. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa musik dan mode saling berkaitan dalam membentuk identitas kaum muda di era digital.
Copyrights © 2026