Penelitian ini mengangkat isu representasi visual sosok Abdurrahman Wahid pada sampul-sampul Majalah Tempo periode 1999-2001 yang merefleksikan dinamika politik era transisi reformasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna visual, pesan ideologis, serta kritik sosial-politik yang terkonstruksi dalam desain sampul tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles S. Peirce, yang membedah tanda melalui klasifikasi ikon, indeks, dan simbol. Analisis data dilakukan melalui dua dimensi, yaitu analisis sinkronis untuk melihat struktur tanda per edisi dan analisis diakronis untuk menelusuri evolusi makna secara historis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran representasi visual Gus Dur yang terbagi menjadi tiga fase utama: fase sakralisasi yang menampilkan euforia harapan dan legitimasi, fase desakralisasi yang mulai menggunakan satir dan karikatur untuk menggambarkan paradoks kekuasaan serta fase dehumanisasi yang merepresentasikan objektifikasi dan tragedi kejatuhan politik. Visualisasi pada sampul Majalah Tempo terbukti bukan sekadar ilustrasi artistik, melainkan instrumen komunikasi kritis yang merekam perubahan citra Gus Dur dari simbol harapan bangsa menjadi simbol krisis konstitusional.
Copyrights © 2026