Ika Rusdika Dewi
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Motif Batik dengan Tema Budaya Betawi Melalui Pendekatan Eksplorasi Seni Fariz Al Hazmi; Anugrah Cisara; Ika Rusdika Dewi
Ornamen Vol. 23 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menghadirkan batik sebagai karya seni yang memiliki nilai simbolik dan ikonik pada motifnya. Melalui proses eksplorasi, perkembangan motif batik semakin beragam dengan hadirnya bentuk-bentuk representasi dari objek kearifan lokal suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan motif batik Betawi dengan unsur-unsur khasnya melalui pendekatan eksplorasi seni berdasarkan bentuk motif, pola dan warna. Metode penelitian menggunakan pendekatan practice led researh dengan karya batik dan laporan ilmiah sebagai hasil dari penelitian. Hasil penelitian menghasilkan dua rancangan batik yang diterapkan pada teknik batik tulis dengan motif-motif yang dieksplorasi melalui objek-objek khas masyarakat Betawi. Hasil karya batik satu dibuat dengan karakter batik Betawi modern yang umum dengan komposisi motif dan warna yang lebih teratur. Sedangkan pada karya batik dua dibuat dengan karakter dan gaya kontemporer dan lebih ekspresif. Sehingga penelitian ini dapat menjadi referensi praktik bagi para perajin batik Betawi dalam membuat produk unggulan.
Kajian Semiotika Pada Sampul Majalah tempo Edisi Abdurrahman Wahid 1999-2001 Reno Setyadi; Muhammad Iqbal Qeis; Ika Rusdika Dewi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.993

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu representasi visual sosok Abdurrahman Wahid pada sampul-sampul Majalah Tempo periode 1999-2001 yang merefleksikan dinamika politik era transisi reformasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna visual, pesan ideologis, serta kritik sosial-politik yang terkonstruksi dalam desain sampul tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles S. Peirce, yang membedah tanda melalui klasifikasi ikon, indeks, dan simbol. Analisis data dilakukan melalui dua dimensi, yaitu analisis sinkronis untuk melihat struktur tanda per edisi dan analisis diakronis untuk menelusuri evolusi makna secara historis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran representasi visual Gus Dur yang terbagi menjadi tiga fase utama: fase sakralisasi yang menampilkan euforia harapan dan legitimasi, fase desakralisasi yang mulai menggunakan satir dan karikatur untuk menggambarkan paradoks kekuasaan serta fase dehumanisasi yang merepresentasikan objektifikasi dan tragedi kejatuhan politik. Visualisasi pada sampul Majalah Tempo terbukti bukan sekadar ilustrasi artistik, melainkan instrumen komunikasi kritis yang merekam perubahan citra Gus Dur dari simbol harapan bangsa menjadi simbol krisis konstitusional.