Teater tradisional Abdul Muluk merupakan seni pertunjukan masyarakat Melayu yang berkembang di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi sejak sekitar tahun 1930-an. Pertunjukan ini bersumber dari Syair Abdul Muluk karya Raja Ali Haji yang kemudian ditransformasikan menjadi bentuk teater rakyat. Saat ini eksistensi teater Abdul Muluk semakin terancam akibat kurangnya regenerasi pelaku seni, perubahan selera masyarakat, dan masuknya hiburan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi dramaturgi yang membangun struktur pertunjukan teater tradisional Abdul Muluk di Desa Muara Jambi, meliputi struktur naratif, penokohan, serta dialog dan bahasa pertunjukan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi dramaturgi teater Abdul Muluk dibangun melalui alur cerita yang berpusat pada kisah kerajaan dengan pola linear, penokohan yang bersifat tipologis berdasarkan strata sosial kerajaan, serta dialog yang mengandalkan improvisasi dan penggunaan pantun serta syair sebagai ciri khas bahasa pertunjukan. Temuan ini menjadi dasar penting bagi upaya dokumentasi dan pelestarian struktur dramaturgis teater Abdul Muluk yang mulai langka.
Copyrights © 2026