Alih wahana dalam seni visual merupakan praktik transformasi medium yang tidak hanya melibatkan perubahan bentuk, tetapi juga konstruksi ulang makna visual sesuai dengan konteks media baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis proses alih wahana dari fotografi ke mural, dengan fokus pada aspek transformasi visual, peran teknologi digital, serta perubahan makna dalam konteks ruang publik. Objek penelitian adalah mural tokoh Konferensi Asia Afrika di Jembatan Pasopati Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih wahana mencakup seleksi visual, reduksi detail, stilisasi bentuk, serta adaptasi warna dan skala. Internet berperan sebagai sumber referensi utama yang mempercepat proses kreatif, namun sekaligus memunculkan persoalan etika visual. Mural tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media representasi sejarah dan komunikasi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa alih wahana merupakan praktik kreatif yang kompleks, yang mengintegrasikan aspek teknis, estetika, dan sosial dalam desain visual kontemporer.
Copyrights © 2026