Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membatik Jumputan Untuk Ibu-Ibu PKK Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya Depok Sukendro, Gatot; Wijayanto, Catur Sunu
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Perkumpulan Dosen Periset Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik sebagai salah satu produk wastra nusantara merupakan salah satu warisan dari leluhur bangsa Indonesia yang telah dikenal luas di dunia. Sebagai peninggalan bersejarah yang hingga saat ini tetap dikagumi seluruh lapisan masyarakat, maka potensi batik dapat dipakai untuk mencapai kesempatan terbaik dalam menumbuhkan minat terhadap wastra nusantara.Salah satu wastra nusantara yang juga strategis untuk dikembangkan adalah wastra jumputan. Karena lebih mudah dan cepat pembuatannya dari pada batik, wastra jumputan akan mudah dipelajari oleh masyarakat. Pelatihan batik jumputan ini diterapkan kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya Depok. Melalui pelatihan pendampingan akan menjadi salah satu metode penumbuhan minat masyarakat dalam mengenal dan mengembangkan potensi wastra nusantara. Hasil pendampingan tersebut menunjukkan bahwa minat kepada batik jumputan tersebut paling menonjol adalah dari motif yang dihasilkannya.Berbagai motif dapat dihasilkan dengan beberapa teknik pembuatan yang relatif mudah dikuasai peserta pelatihan.Sebagai hasil akhir dari upaya ini adalah masyarakat yang semula belum mengenal metode pembuatan wastra jumputan ini, hanya dalam waktu dua jam masyarakat dapat menguasai dengan baik dalam menghasilkan berbagai motif kain jumputan
Representation of Women's Struggles in the Film "Imperfect: Career, Love, Scales"(“Imperfect: Karir, Cinta, Timbangan”) Catur Sunu Wijayanto; Bambang Perkasa Alam; Fitria Iswari
Cultural Syndrome Vol 3, No 1 (2021): Cultural Syndrome (In Print)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cs.v3i1.623

Abstract

Imperfect Film: Career, Love, Scales is a clear proof that the stigma in society towards body image and other people's expectations of women, especially on the physical appearance of the woman herself, is still very strong. How come? The diversity of tribes and cultures that this nation possesses only refers to one standard of beauty which is quite absurd, at least most men think that women’s standards are the ones who are white, have long hair, tall and slim. This research aims to identify the representation of women's struggles in the Imperfect film: Career, Love, Scales, which raises the issue of insecure/body shaming against women and also instills a message that a perfect life is to accept those imperfections, unless, one would forever live in worry and insecurity. This research method employed John Fiske's semiotic method of reality, representation and ideology which will later be built with the perception of myth through an online correspondence survey methodology regarding with representations of women's struggles in the Imperfectfilm: Career, Love, Scales. The data was collected by using film analysis, internet surfing, documentation and online survey. This present research results point out that the women’s representation of women in the Imperfect film: Career, Love, Scales depicts verbal violence, so the authors suggest that people should eliminate opinions or judgments that can hurt someone both physically and non-physically.
Designing of Comic Strip as Learning Media in Future Tense Material Catur Sunu Wijayanto; Fitria Iswari; Dian Handayani
Cultural Syndrome Vol 2, No 2 (2020): Cultural Syndrome
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cs.v2i2.501

Abstract

In Indonesia, English is one of language which is learnt from elementary school University level. College students from Visual communication design program in first semester will get future tense material in English 1. In future tenses there 2 formulas which are used based on the functional of the sentence, and it is difficult for student in differentiating the formulas, Media has important role in teaching learning process.  Comic strip is familiar for milenilal. Based on the background writer decide to design a comic strip as learning media. The designing of comic strip is aim to give new or alternative media in teaching learning process. This comic strip covers future tense material that includes “to be going to” and “will” form. This research used qualitative method. The results of this research is designing of a comic strip in 8 panels that is written in English and covered future tense material which give ilutration how the two formulas of future tenses are used.  The typography is comic sans MS, the main characters are three girls of Senior High School student. Comic strip is made in tradiotional/ manual process by drawing use pencil then through digitally process for the finishing. The colour of the comic strip uses calm colours and are dominated grey according to senior high school uniform colour, in order to make the reader feel the comfortable. The conclusion shows comic strip could be an alternative media in learning process.
Pelatihan Membatik untuk Anggota Majelis Taklim Salsabila Al Barokah di Lebak Jakarta Selatan Mochamad Fauzie; Umi Kholisya; Catur Sunu Wijayanto
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 02 (2018): Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v1i02.2545

Abstract

Untuk melestarikan batik perlu dilakukan inventarisasi motif ragam hias, pewarisan keterampilan membatik dan penanaman apresiasi. Sasarannya adalah calon pengrajin dan kepada masyarakat yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kesenian tersebut. Tahap pelestarian batik tersebut diterapkan kepada anggota majelis taklim Salsabila Al Barokah di Kampung Lebak, Jakarta Selatan dengan mempertimbangkan kebutuhan mitra akan keterampilan memproduksi komoditi, dihubungkan dengan fakta, bahwa sebagian besar beretnis Betawi dan memiliki pengetahuan yang baik tentang ragam hias Betawi yang dapat diterapkan menjadi komponen utama batik. Metode perlakuannya adalah dengan memberi pengetahuan tentang sejarah singkat dan filosofi batik di Indonesia, meneguhkan dan menambah pengetahuan tentang ragam hias Betawi sebagai komponen batik, dan memberi praktik latihan membatik. Pencapaian yang dihasilkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang batik, penguasaan ketrampilan dasar membatik, dan peningkatan penghargaan terhadap batik.  Kata kunci: batik, kriya tekstil, Betawi, ragam hias
Representasi Budaya Digital Pada Iklan Televisi ”HiLo Teen” Ginanti Rachma Putri; Catur Sunu Wijayanto; Fitria Iswari
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v5i2.8186

Abstract

Iklan televisi Hilo: Tumbuh tuh keatas gak kesamping adalah Tagline yang melekat pada iklan televisi susu Hilo. Susu Hilo memangidentik sebagai susu penumbuh tinggi badan. Hilo merupakan produk merek Susu yang diproduksi oleh Perusahaan Nutrifood Indonesia yang diduga memiliki arti high yang berarti high kalsium dan low yang berarti lowfat. Merek Hilo sendiri dirilis pada tahun 2004 dan merek Hilo mengutamakan tinggi kalsium dan rendah lemak. Varian Susu Hilo yang disebutkan diatas tadi, disuplementasikan dengan komposisi Kondroitin dan Glukosamin dan dipasarkan dalam bentuk susu bubuk. Artikel ini akanmembahas lebih spesifik mengenai Hilo-Teen, dimana produk Hilo-Teen memiliki citra yang kuat terhadap citra tubuh dan ekspetasi orang lain terhadap susu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan citra yang dibangun oleh produk susu Hilo dalam iklan televisi yang dapat menarik minat para konsumen agar dapat memiliki tubuh yang tinggi setelah mengkonsumsi susu Hilo-Teen tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode analisis semiotika agar peneliti dapat mendepskripsikan dengan jelas tanda-tanda yang ada dalam iklan Hilo. Tujuan metode ini untuk memberikan persepsi melalui tanda seperti gambar dan bersifat deskriftif menjelaskan melalui kata – kata yang akan menimbulkan persepsi karena adanya citra yang dibentuk terhadap iklan televisi ini. 
Representasi Perjuangan Ras Kulit Hitam Pada Series The Falcon And Winter Soldier Catur Sunu Wijayanto; Fitria Iswari
Gandiwa Jurnal Komunikasi Vol 3, No 1 (2023): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v3i1.1870

Abstract

Series-based films are another form of film that is deliberately made in a series of several short films that break the plot as a whole into several episodes. As it is known today as "The Avengers". Captain America, which was originally held by Steve Rogers, is now taken over by Sam Wilson or commonly called Falcon. The story of Sam Wilson who eventually transformed into Captain America is told in the form of a series titled The Falcon and Winter Soldier. The method used in this study is the theory of visual culture according to Nicholas Mirzoeff in a book by Margaret Dikovitskaya, 2005. This paper aims to show that the issue of racism is still a social issue that is intensively fought, because differences should not be a problem for every human being to continue to support each other. Anyone deserves respect no matter what their background, and appearance. In this series, which has a superhero theme with six episodes, it depicts how a person struggles to believe in himself and fight for his right as a human being to gain the trust of American society.  However, the journey was not easy, Sam Wilson as the main pawn of this film had to struggle with many problems until in the end he ventured to become Captain America. At the same time, fighting for his people, that is, black people to get the honor that should be as human beings  
IMPLEMENTASI NILAI RELIGI PADA SILA PERTAMA UNTUK KETAHANAN NASIONAL YANG UNGGUL Enny Nurcahyawati; Catur Sunu Wijayanto; Apipudin Apipudin
JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan Vol 2, No 2 (2023): JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Nusantara
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jagaddhita.v2i2.1689

Abstract

Abstrak: Nilai spiritual atau nilai religius merupakan salah satu nilai terpenting dalam kehidupan manusia. Di dalam Pancasila, sila pertama juga memiliki makna yang berkaitan dengan nilai-nilai agama. Nilai religius hanyalah nilai yang berkaitan dengan kehidupan beragama, yang bersifat suci dan dapat dijadikan pedoman bagi perilaku pihak yang bersangkutan dalam beragama. Penting bagi kita untuk mengetahui lebih jauh tentang nilai-nilai agama baik secara umum maupun dari perspektif sila pertama Pancasila. Nilai-nilai agama adalah semua yang penting bagi kebutuhan spiritual seseorang. Selain itu, nilai-nilai religi juga tidak dapat diukur pada tataran material, sehingga nilai religi juga dapat disebut nilai spiritual yang memiliki nilai integral bagi jiwa manusia. Jika nilai spiritual ini juga terdiri dari berbagai nilai altruistik, humanistik, personal, tangguh dan afektif yang mengarah pada perkembangan spiritual individu. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian, informasi dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner ke lokasi penelitian yang berkaitan dengan topik tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan essay ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan teknik pengumpulan data berupa Library Reseach.
Membatik Jumputan Untuk Ibu-Ibu PKK Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya Depok Gatot Sukendro; Catur Sunu Wijayanto
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i1.11

Abstract

Batik sebagai salah satu produk wastra nusantara merupakan salah satu warisan dari leluhur bangsa Indonesia yang telah dikenal luas di dunia. Sebagai peninggalan bersejarah yang hingga saat ini tetap dikagumi seluruh lapisan masyarakat, maka potensi batik dapat dipakai untuk mencapai kesempatan terbaik dalam menumbuhkan minat terhadap wastra nusantara.Salah satu wastra nusantara yang juga strategis untuk dikembangkan adalah wastra jumputan. Karena lebih mudah dan cepat pembuatannya dari pada batik, wastra jumputan akan mudah dipelajari oleh masyarakat. Pelatihan batik jumputan ini diterapkan kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya Depok. Melalui pelatihan pendampingan akan menjadi salah satu metode penumbuhan minat masyarakat dalam mengenal dan mengembangkan potensi wastra nusantara. Hasil pendampingan tersebut menunjukkan bahwa minat kepada batik jumputan tersebut paling menonjol adalah dari motif yang dihasilkannya.Berbagai motif dapat dihasilkan dengan beberapa teknik pembuatan yang relatif mudah dikuasai peserta pelatihan.Sebagai hasil akhir dari upaya ini adalah masyarakat yang semula belum mengenal metode pembuatan wastra jumputan ini, hanya dalam waktu dua jam masyarakat dapat menguasai dengan baik dalam menghasilkan berbagai motif kain jumputan
Semiotics Analysis of Roland Barthes' Theory on Pocari Sweat's "Sweat For Dream" Advertisement. Wijayanto, Catur sunu; Iswari, Fitria
Cultural Syndrome Vol 3, No 2 (2021): Cultural Syndrome (In Print)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cs.v3i2.804

Abstract

Semiotics originates from the Greek word semeion which means "sign". According to language, a branch of science that studies the relationship of sign forms such as code, language, signals, and others. Ferdinand de Saussure introduced semiotics using the form of a sign: signified and a signifier which is atomistic. The relationship is an association between "marked" and "marked". Then, Barthes, a follower of Ferdinand de Saussure, who holds the view that a sign system that reflects the assumptions of the wider community at a certain time. According to Roland Barthes' semiology, denotation is a form of significance in the first stage, whereas connotation is the second stage. In this case denotation is more associated with closed meaning. It is like a reaction to reject the oppressive form of denotation necessity. Barthes tries to refuse, because according to him there are only connotations (Budiman, 1999: 22). Advertising is often associated with denotation and connotation through the media of promotion. Structurally, advertisements have signs, a combination of audio and visuals, have a product description and even an implied message in the ad serving. Advertising aims to promote an item or product. The advertisement that will be used as the object of study and will be analyzed is an advertisement about one of the famous body fluid replacement drink products, namely Pocari Sweat. To achieve this level of analysis, this study uses the theory of semiotics from Roland Barthes' thought. This study used a qualitative method, namely descriptive research on the semiotic analysis of Roland Berthes' thoughts in the Pocari Sweat "Sweat for Dream" ad. 
Mitos Perlawanan Masyarakat Urban dalam Seni Rupa Mural Pramudita, Pandu; Purnengsih, Iis; Wijayanto, Catur Sunu
Jurnal Desain Vol 5, No 02 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.264 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i02.2133

Abstract