Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental untuk mengkaji bagaimana delapan siswa SMK beragama Buddha di SMK Karya Parittiga mengalami program mindfulness selama empat minggu dalam menghadapi kejenuhan belajar. Partisipan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi reflektif, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014). Temuan penelitian ini disusun ke dalam lima tema utama, yaitu : Meditasi Membawa Ketenangan Bagi Siswa, Mindfulness sebagai Jeda dalam Rutinitas Belajar, Mengamati Pikiran dan Kembali ke Napas, Penerimaan Diri dan Pengelolaan Emosi: non-judgment dan self-compassion, dan Pemaknaan Spiritual terhadap Meditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness memiliki makna ganda bagi partisipan, yaitu sebagai strategi psikologis untuk menghadapi kejenuhan belajar sekaligus sebagai praktik reflektif yang terhubung dengan pemahaman Buddhis tentang kesadaran. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness dapat mendukung perhatian, pengelolaan emosi, dan kualitas kehadiran siswa dalam belajar, serta memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan Buddha yang mengintegrasikan wawasan psikologis kontemporer dengan praktik kontemplatif.
Copyrights © 2026