p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal RUMI
Acep Lauw
Institut Nalanda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Meditasi Mindfulness Bagi Pemula: Studi Kasus Siswa Agama Buddha Smk Karya Parittiga Dalam Menghadapi Kejenuhan Belajar satria; Acep Lauw; Anak; Majaputera
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (April)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental untuk mengkaji bagaimana delapan siswa SMK beragama Buddha di SMK Karya Parittiga mengalami program mindfulness selama empat minggu dalam menghadapi kejenuhan belajar. Partisipan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi reflektif, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Temuan penelitian ini disusun ke dalam lima tema utama, yaitu : Meditasi Membawa Ketenangan Bagi Siswa, Mindfulness sebagai Jeda dalam Rutinitas Belajar, Mengamati Pikiran dan Kembali ke Napas, Penerimaan Diri dan Pengelolaan Emosi: non-judgment dan self-compassion, dan Pemaknaan Spiritual terhadap Meditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness memiliki makna ganda bagi partisipan, yaitu sebagai strategi psikologis untuk menghadapi kejenuhan belajar sekaligus sebagai praktik reflektif yang terhubung dengan pemahaman Buddhis tentang kesadaran. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness dapat mendukung perhatian, pengelolaan emosi, dan kualitas kehadiran siswa dalam belajar, serta memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan Buddha yang mengintegrasikan wawasan psikologis kontemporer dengan praktik kontemplatif.
Tisso sikkhā dan Pendidikan Karakter Modern serta Implikasinya bagi Sekolah Minggu Buddha Lin Shiang Liem; Acep Lauw; Mettadewi Wong
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter modern berbasis virtue ethics mengandaikan ontologi substansial tentang diri sebagai bearer of virtue, sementara paradigma ini jarang dikritisi secara metafisis. Artikel ini menganalisis pendidikan karakter dalam kerangka Tisso Sikkhā untuk menawarkan alternatif ontologi prosesual. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual-filosofis komparatif dengan analisis tekstual terhadap Tipiṭaka (khususnya Sutta Piṭaka dan Abhidhamma) serta literatur virtue ethics kontemporer. Hasil menunjukkan konvergensi metodologis dalam habituasi kebajikan, namun divergensi mendasar pada tataran ontologis dan teleologis. Pendidikan karakter modern beroperasi dalam asumsi agen moral yang stabil dan berorientasi pada civic virtue, sedangkan Tisso Sikkhā memahami karakter sebagai proses kondisional tanpa inti diri permanen (anattā) dengan orientasi soteriologis menuju vimutti. Implikasinya, Sekolah Minggu Buddha perlu menggeser fokus dari konstruksi identitas moral ke rekayasa kondisi batin melalui integrasi sīla-samādhi-paññā. Artikel ini berkontribusi pada rekonstruksi teoretis pendidikan karakter dalam studi agama berbasis ontologi prosesual.