Interaksi intensif Generasi Z dengan media sosial berkorelasi pada meningkatnya risiko krisis moralitas digital, seperti perundungan siber (cyberbullying) dan proliferasi hoaks. Fenomena ini belum diimbangi dengan sistem penilaian akhlak di lembaga pendidikan yang mayoritas masih bersifat konvensional dan belum mampu menjangkau dinamika perilaku siswa di ruang siber. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi Akhlak Digital berbasis nilai Akhlak Lil Alamin yang valid dan reliabel guna mengukur etika bermedia sosial siswa Gen Z. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini melibatkan ahli materi, pakar evaluasi, dan siswa sekolah menengah sebagai subjek uji coba. Validitas isi dianalisis menggunakan formula Aiken’s V, sedangkan konsistensi internal instrumen diuji melalui Alpha Cronbach. Penelitian ini berhasil mengonstruksi instrumen evaluasi akhlak digital yang mentransformasikan konsep teologis Islam—seperti tabayyun (verifikasi informasi), hifzhul lisan (kontrolektika verbal digital), dan ukhuwah digitaliyah (solidaritas siber)—ke dalam indikator perilaku empiris. Instrumen ini memberikan kontribusi metodologis bagi pendidik untuk memetakan karakter siber siswa secara objektif, sekaligus menjadi landasan empiris dalam merancang strategi intervensi pedagogis guna membentuk generasi digital yang bijak, toleran, dan berkarakter Rahmatan lil Alamin.
Copyrights © 2026