Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya interaksi simbolik dalam penerapan metode pembelajaran digital, mendeskripsikan respons guru, orang tua, dan pengelola vihara, serta menganalisis dinamika partisipasi siswa di Sekolah Minggu Buddha Klungkung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas siswa, guru, orang tua, dan pengelola vihara. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran digital melalui video Jataka, bahan presentasi visual, aplikasi desain digital, dan proyektor membentuk interaksi pembelajaran yang lebih aktif antara guru dan siswa. Media digital menjadi simbol yang membantu menyampaikan nilai dan materi Dharma secara lebih menarik serta mudah dipahami. Guru, orang tua, dan pengelola vihara memberikan respons positif karena metode tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup dan relevan dengan perkembangan teknologi. Penerapan metode pembelajaran digital juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, antusiasme, respons, interaksi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Dharma. Dengan demikian, metode pembelajaran digital memberikan makna positif dalam membangun interaksi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran keagamaan Buddha.
Copyrights © 2026