Perkembangan media sosial memengaruhi pola komunikasi dan perilaku digital remaja, termasuk remaja Buddhis yang mengikuti pembinaan di Vihara Dharma Ratna Klungkung, Bali. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan komunikasi humanis berbasis nilai-nilai Buddhis dalam memperkuat literasi media sosial remaja Buddhis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap remaja Buddhis, pembina remaja, dan pengurus vihara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi humanis dalam pembinaan diterapkan melalui empati, keterbukaan, penghargaan, dan dialog yang menempatkan remaja sebagai subjek pembinaan. Nilai-nilai Buddhis, khususnya prinsip sammā-vācā, ajaran Abhaya Rāja-kumāra Sutta, dan Dhammapada 133, diintegrasikan dalam pembinaan untuk membangun kesadaran berkomunikasi secara etis. Penerapan tersebut mendorong remaja menjadi lebih reflektif, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam mengakses, mengevaluasi, serta memproduksi konten digital. Dengan demikian, integrasi komunikasi humanis dan nilai-nilai Buddhis berperan dalam memperkuat literasi media sosial remaja dalam konteks pembinaan keagamaan
Copyrights © 2026