Keterampilan bertanya merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang berperan dalam meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi aktif siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa kelas V SD yang pasif dalam mengajukan pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media video animasi sebagai stimulus dalam model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan bertanya siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n = 26) dan kelompok kontrol (n = 26). Data dikumpulkan melalui angket skala keterampilan bertanya, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui uji prasyarat yang meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test dan Paired Samples t-Test. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada post-test keterampilan bertanya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,025 < 0,05. Dengan demikian, integrasi media video animasi sebagai stimulus dalam model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bertanya siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026