Perantau Jawa di Jorong Rimbo Data rata-rata bekerja sebagai buruh tani. Namun, bekerja sebagai buruh tani tidak membuat hidup mereka terjamin, karena upah yang mereka dapat belum cukup untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, mereka harus memikirkan strategi untuk keberlangsungan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi livelihood perantau Jawa di Jorong Rimbo Data, Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen serta dianalisis dengan teknik analisis Matthew Miles dan Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik snowball dengan informan kunci yaitu buruh tani perantau Jawa, Pemilik lahan, dan masyarakat sekitar yang kemudian dikembangkan menjadi 14 orang informan. Data yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teori mekanisme survival James C. Scott, yang melihat bahwa petani atau buruh tani harus memiliki strategi bertahan hidup di tengah kemiskinan yang melanda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi livelihood yang dilakukan oleh buruh tani perantau Jawa, pertama, membangun relasi dengan masyarakat sekitar. Kedua, diversifikasi kerja diluar kewajiban pokok. Ketiga, bekerja sebagai pedagang kecil (UMKM). Keempat, meminimalisir pengeluaran sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi livelihood buruh tani perantau Jawa tidak hanya bertumpu pada diversifikasi kerja, tetapi pada penguatan jaringan sosial, dan pola nafkah ganda. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan sosial dan akses perlindungan sosial terhadap buruh tani. Selain itu, kajian ini menambah pemahaman sosiologi pedesaan tentang mekanisme survival dalam perpindahan penduduk dalam negeri dan kondisi ekonomi pertanian yang tidak menentu.
Copyrights © 2026