Penelitian dilatarbelakangi dengan terjadinya pergeseran fungsi fashion skena yang tidak lagi sebatas ekspresi diri, tetapi berkembang menjadi sarana diferensiasi dan eksklusivitas sosial. Kebaharuan penelitian ini terletak pada kajian makna simbolik fashion skena dalam konteks Kota Padang yang memiliki karakter sosial relatif homogen, dengan menggunakan perspektif interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna Fashion Skena melalui proses interaksi sosial pengunjung Parewa Coffee shop Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif tipe studi kasus (case study). Penentuan informan menggunakan teknik purposive dengan melibatkan 15 orang informan yang terdiri dari kriteria yaitu Pengunjung fashion skena di Parewa Coffee shop, Pegawai Parewa Coffee shop, dan Pengunjung yang bukan Skena. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen serta dianalisis dengan teknik analisis Matthew Miles dan Huberman dengan proses reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil temuan terdapat 5 simbol dan makna fashion skena dalam analisis interaksionisme simbolik menurut Herbert Blumer pengunjung parewa coffee shop Kota Padang, pertama, fashion sebagai simbol identitas dan pengakuan sosial. Kedua, pembentukan circle melalui simbol sosial. Ketiga, penyesuaian diri di ruang sosial. Keempat, pergeseran makna dari kebersamaan ke “paket siap pakai”. Kelima, proses belajar simbol untuk menjadi bagian Skena secara bertahap. Peneltian ini dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer dengan berupa tiga premis yaitu, Manusia beetindak berdasarkan makna, Makna itu muncul melalui interaksi, Makna tersebut diinterpretasikan dan dimodifikasi melalui interpretatif individu.
Copyrights © 2026