Kejang demam merupakan Kejang yang terjadi pada anak usia 1- 5 tahun, disertai demam (≥38°C), tanpa adanya infeksi sistem saraf pusat atau riwayat kejang afebril sebelumnya. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan serta kesalahan penanganan oleh ibu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi audiovisual terhadap pengetahuan ibu dalam penanganan kejang demam pada balita di wilayah kerja Puskesmas Luas. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest–Posttest. Sampel berjumlah 30 ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah edukasi berbasis audiovisual, sedangkan variabel dependen meliputi pengetahuan ibu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi audiovisual sebesar 55,56 dan sesuah edukasi audiovisual menjadi 91,83 dengan peningkatan rata-rata skor 36,27 dengan p value = 0,001 (α < 0,005). Kesimpulannya adalah ada pengaruh pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita sebelum dan sesudah pemberian edukasi Audiovisual di Rumah.Saran untuk melalukan media audiovisual secara rutin dalam kegiatan promosi kesehatan. Disimpulkan bahwa edukasi audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam penanganan kejang demam pada balita di rumah. Edukasi audiovisual direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program promosi kesehatan di puskesmas guna meningkatkan kesiapan ibu dalam melakukan pertolongan pertama secara tepat.
Copyrights © 2026