Nyeri haid merupakan salah satu gangguan ginekologi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bakera (mandi uap), terapi tradisional khas sulawesi utara yang memberikan paparan uap hangat dan ramuan herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bakera terhadap nyeri haid pada remaja putri di kelurahan pandu kota manado tahun 2026. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Wong Baker Faces Pain Rating Scale (WBFPRS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri intensitas tinggi. Setelah bakera, 29 responden (90,6%) berada pada kategori tidak nyeri dan 3 responden (9,4%) mengalami nyeri ringan berdasarkan hasil distribusi yang dilaporkan dalam skripsi. Uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Bakera berpotensi menjadi salah satu alternatif penanganan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri.
Copyrights © 2026