Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Penambahan Umbi Talas Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia Yang Mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement Fita Cicilia Laiga; Sri Atikah; Meinita Wulansari; Desiska Pricilia Tumatar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61998

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin seperti persalinan prematur, BBLR, perdarahan postpartum, infeksi, serta kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penambahan umbi talas terhadap peningkatan hemoglobin pada ibu hamil anemia yang mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan control group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu hamil anemia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan umbi talas 100 gram/hari selama 7 hari disertai Multiple Micronutrient Supplement, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima Multiple Micronutrient Supplement. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Easy Touch sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan mean kadar hemoglobin kelompok eksperimen meningkat dari 10,49 g/dL menjadi 11,22 g/dL (r = 0,001), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 10,38 g/dL menjadi 10,61 g/dL (r = 0,032). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna antara kedua kelompok (r = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan umbi talas pada ibu hamil anemia yang mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan pemberian Multiple Micronutrient Supplement saja.
Pengaruh Bakera Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Kelurahan Pandu Kota Manado Tahun 2026 Lisa Ardiningtyas; Desiska Pricilia Tumatar; Nazwa Amalia Abarang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62871

Abstract

Nyeri haid merupakan salah satu gangguan ginekologi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bakera (mandi uap), terapi tradisional khas sulawesi utara yang memberikan paparan uap hangat dan ramuan herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bakera terhadap nyeri haid pada remaja putri di kelurahan pandu kota manado tahun 2026. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Wong Baker Faces Pain Rating Scale (WBFPRS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri intensitas tinggi. Setelah bakera, 29 responden (90,6%) berada pada kategori tidak nyeri dan 3 responden (9,4%) mengalami nyeri ringan berdasarkan hasil distribusi yang dilaporkan dalam skripsi. Uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Bakera berpotensi menjadi salah satu alternatif penanganan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri.
Efektivitas Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Berbasis Audiovisual terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado Anisa Rivainy Marudju; Desiska Pricilia Tumatar; Risna Ayu Rahmadani; Ria Angelina Jessica Rotinsulu
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 9 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i9.4326

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan salah satu masalah psikologis yang muncul akibat kekhawatiran terhadap proses persalinan, kondisi dan keselamatan janin, serta kesiapan dalam menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang dikombinasikan dengan media audiovisual, yang memudahkan ibu hamil memahami tahapan terapi melalui perpaduan suara dan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT berbasis audiovisual terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi (n=44), yang seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner PRAQ-R2 (Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised 2). Intervensi terapi SEFT berbasis audiovisual diberikan selama 15-20 menit per sesi, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Sebelum terapi, mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (31 orang, 70,5%), kecemasan berat (10 orang, 22,7%), dan kecemasan ringan (3 orang, 6,8%). Setelah terapi, mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (29 orang, 65,9%), kecemasan sedang (15 orang, 34,1%), dan tidak ada lagi responden dengan kecemasan berat. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan terapi. Dengan demikian, terapi SEFT berbasis audiovisual efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado Tahun 2026.