Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEBETAN: Gerakan Edukasi Terpadu untuk Mencegah Pernikahan Dini dan Perilaku Berisiko di Desa Buyat 1 Faradilla Miftah; Anggun Sukmawaty Duhe; Arindi Salsadillah S. Dano; Junaidi Jasman; Nazwa Amalia Abarang; Waona Karim; Sasti Ode Samsudin; Indarti Agune
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): September : Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v5i3.5199

Abstract

The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) of Post 21 was implemented in Buyat 1 Village and State Vocational High School 1 Kotabunan to improve adolescent and community health through educational, promotive, and preventive approaches. The main problems identified included early marriage, smoking behavior, substance abuse risks among adolescents, low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), limited knowledge of Basic Life Support (BLS), insufficient physical activity, and lack of routine health examinations. The program adopted the GEBETAN (Integrated Education Movement) concept through several activities, including education on early marriage prevention, smoking and narcotics awareness, PHBS promotion for children, BLS training for students, environmental health and nutrition education using local food innovation, healthy walking and exercise activities, and community health screening. The implementation showed increased knowledge, awareness, and active participation among students and community members regarding healthy lifestyles and early disease detection. Support from village authorities, health centers, schools, and the community contributed to program success. Overall, this KKN program positively influenced health awareness and encouraged sustainable healthy behaviors in Buyat 1 Village, making it a relevant model for continuous community service programs.
Pengaruh Bakera Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Kelurahan Pandu Kota Manado Tahun 2026 Lisa Ardiningtyas; Desiska Pricilia Tumatar; Nazwa Amalia Abarang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62871

Abstract

Nyeri haid merupakan salah satu gangguan ginekologi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bakera (mandi uap), terapi tradisional khas sulawesi utara yang memberikan paparan uap hangat dan ramuan herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bakera terhadap nyeri haid pada remaja putri di kelurahan pandu kota manado tahun 2026. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Wong Baker Faces Pain Rating Scale (WBFPRS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri intensitas tinggi. Setelah bakera, 29 responden (90,6%) berada pada kategori tidak nyeri dan 3 responden (9,4%) mengalami nyeri ringan berdasarkan hasil distribusi yang dilaporkan dalam skripsi. Uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Bakera berpotensi menjadi salah satu alternatif penanganan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri.