Latar Belakang: Studi ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat kecemasan dan kemampuan konsentrasi pada atlet pencak silat Shembara di Kota Nganjuk. Sebanyak 75 atlet pencak silat dilibatkan sebagai partisipan dalam penelitian ini. Variabel konsentrasi diukur menggunakan instrumen Grid Concentration Exercise, sedangkan tingkat kecemasan diukur melalui Sport Competition Anxiety Test. Analisis data dilakukan dengan metode korelasi product moment yang menghasilkan nilai koefisien sebesar r = -0.501, dengan signifikansi p <0.001. hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dan konsentrasi pada atlet pencak silat. Artinya, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami atlet, semakin rendah kemampuan konsentrasinya. Dengan demikian, simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan kecemasan menjadi faktor penting untuk menjaga konsentrasi optimal sebelum menghadapi pertandingan. Abstract Background: This study aims to examine the relationship between anxiety levels and concentration ability among Shembara pencak silat athletes in Nganjuk City. A total of 75 athletes participated in the research. Concentration was measured using the Grid Concentration Exercise, while anxiety levels were assessed with the Sport Competition Anxiety Test. Data analysis was conducted using the product moment correlation method, yielding a coefficient of r = -0.501 with a significance of p <0.001. The findings indicate a significant negative relationship between anxiety and concentration among pencak silat athletes. In other words, higher levels of anxiety are associated with lower concentration ability. Therefore, this study concludes that managing anxiety is a crucial factor in maintaining optimal concentration before competitions.
Copyrights © 2026