Desi Nurwidawati
Universitas Negeri Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kepuasan Kerja Pada Guru Taman Kanak-Kanak Umi Anugerah Izzati; Desi Nurwidawati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14038

Abstract

Abstrak. Guru memiliki peran yang penting dalam menunjang tercapainya tujuan sekolah.. Sekolah perlu memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan guru. Salah satu kebutuhan guru adalah mendapatkan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja pada guru Taman kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 6 orang guru yang bekerja di salah satu sekolah  Taman Kanak-Kanak yang ada di Surabaya. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan instrumen pedoman wawancara yang disusun tim penelitian. Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan proses reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang bekerja di Taman Kanak-Kanak yang ada di Surabaya tergolong baik.  Abstract:  Teachers have an important role in supporting the achievement of school goals. Schools need to pay attention to the things that are the needs of teachers. One of the teacher's needs is to get job satisfaction. This study aims to analyze the job satisfaction of Kindergarten teachers. This study used a qualitative descriptive method with 6 research subjects working in one of the Kindergarten schools in Surabaya. Data was collected by interview using instrument guidelines prepared by the research team. The data that has been collected is then carried out by the process of data reduction, data display and drawing conclusions. The results of this study indicate that teachers who work in kindergartens in Surabayaare classified as good 
Gambaran Perilaku Fanatisme Pada Penggemar Kpop di Kota Surabaya Salsabilla Nanda; Desi Nurwidawati
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas fans Kpop secara kolektif akan melakukan kegiatan yang didasari oleh antusias mereka akan idola mereka. Kekuatan ikatan dalam komunitas dan terlibatnya perasaan kerap kali termanifestasi dalam kegiatan tersebut, yang mana bisa merupakan kegiatan positif maupun negatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran fanatisme penggemar Kpop di Kota Surabaya ditinjau dari demografi gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Skala pengukuran disusun berdasarkan teori fanatisme Thorne dan Bruner dan diuji cobakan pada 30 responden. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan dapat diperoleh sebanyak 118 responden penelitian yang terdiri penggemar Kpop yang berdomisili di Surabaya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Independent Samples T-Test dan Uji One Way Anova untuk melihat perbedaan fanatisme pada setiap kelompok dalam demografi penelitian. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan tingkat fanatisme antar kelompok dalam demografi gender (0.195>0.05), usia (0.613>0.05), pendidikan (0.453>0.05), dan pekerjaan (0.288>0.05).
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA Kurniati Romadhona; Desi Nurwidawati
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kontrol diri dengan perilaku cyberbullying pada remaja di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel yang digunakan dengan teknik non-probability sampling yang dipilih berdasarkan kriteria dan tujuan yang telah ditentukan oleh peneliti. Subjek penelitian berjumlah 100 orang remaja. Analisis data menggunakan aplikasi bantuan JASP (Jeffery’s Amazing Statistics Program). Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif. Hasil uji hipotesis pada penelitian ini terdapat nilai koefisien korelasi sebesar -0,750  terdapat korelasi yang kuat antara kontrol diri dengan perilaku cyberbullying pada remaja. Hal tersebut menunjukkan menunjukkan terdapat bukti bahwa kontrol diri seseorang yang semakin tinggi maka perilaku cyberbullying akan semakin rendah pada remaja di Kota Surabaya. Begitu juga sebaliknya, jika kontrol diri seseorang yang rendah maka semakin tinggi perilaku cyberbullying pada remaja di Kota Surabaya.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA PEMAIN GAME ONLINE Arya Kusuma Nugraha; Desi Nurwidawati
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya barang virtual semacam diamond dan juga skin yang bisa dibeli dalam permainan berbasis online, memunculkan fenomena bersifat negatif diantara para pemain, yaitu kecenderungan berperilaku konsumtif. Kontrol diri yang baik akan dapat meminimalkan tindakan konsumtif. Penelitian ini mempunyai tujuan yakni untuk mengetahui korelasi antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada pemain game online. Metode yang dipakai dalam penelitian yaitu kuantitatif dengan teknik korelasional yang berarti akan mengungkap hubungan antar kedua variabel yang diteliti. Teknik sampling menggunakan teknik accidental karena populasi infinit, maka penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Malhotra dan didapatkan sampel penelitian adalah 260 pemain, dengan sampel tryout 60 pemain. Skala kontrol diri dan Skala perilaku konsumtif digunakan, dengan analisis korelasi Pearson melalui JASP. Hasilnya, terdapat hubungan signifikan <0,001 (p<0,05) dengan skor koefisien korelasi -0,538, artinya ada hubungan cukup kuat dan bersifat negatif, semakin baik atau tinggi kontrol diri yang dimiliki, maka perilaku konsumtif akan semakin rendah, begitupun sebaliknya.
Hubungan Konsep Diri Dengan Kematangan Karir Pada Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kemlagi Mojokerto Dinda Elok Mursyidah Taufiqi; Desi Nurwidawati
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa-siswi SMK biasanya diminati oleh seseorang yang telah memiliki keinginan untuk mempersiapkan dan mematangkan kemampuan yang dimilikinya demi mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan keahliannya. Konsep diri positif harus ada di dalam diri seseorang agar lebih mengenali dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dari konsep diri dengan kematangan karir yang dilakukan kepada siswa SMK yang masih duduk di bangku kelas XII. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menggunakan uji korelasi pearson untuk membuktikan adanya hubungan dari variabel X dan variabel Y. Pengujian ini menggunakan JASP, hasilnya menunjukkan hubungan yang signifikan yakni p 0,015 dan nilai dari korelasinya adalah 0,265. Interpretasi nilai koefiesian korelasi tersebut adalah hubungan konsep diri dengan kematangan karir adalah lemah.
PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Erizza Farizan Adani; Tirta Firdaus Nuryananda; Muhammad Nuril Mukminin; Arfin Nurma Halida; Desi Nurwidawati; Raniah Ratna Brillianti Kusnanda; Adnin Ulimazeta
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.
Adaptation and validation of the hyper-independence scale among Indonesian university students using the Rasch model Vera Yolanda Gustin; Desi Nurwidawati; Nisrina Nurika Agustin
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v11i2.90977

Abstract

This study aims to adapt and validate the hyper-independence scale among Indonesian university students. The adaptation process followed the guidelines of the International Test Commission, which included forward translation, expert review, and pilot testing. Data were collected from 200 university students across various study programs. Psychometric evaluation was conducted using the Rasch model to examine reliability, unidimensionality, and item functioning. The results demonstrated high reliability at both the person (0.93) and item (0.96) levels, supported by strong separation indices, satisfactory item fit. In the Rasch model, item fit statistics provide evidence of construct validity, as misfitting items indicate response patterns inconsistent with the expected measurement structure. Most items fell within the acceptable MNSQ range (0.7–1.3), with minor deviations that remained tolerable and did not compromise overall validity. The findings suggest that a proportion of students exhibit moderate to high levels of hyper-independence, which may hinder help-seeking behavior, reduce academic engagement, and contribute to mental health risks. Within Indonesia’s collectivistic cultural context, these tendencies may reflect shifting attitudes toward autonomy in higher education. Overall, the validated instrument can be used to identify hyper-independence tendencies in university settings and supports the development of educational interventions that balance independence with adaptive support utilization.