Risiko stunting pada balita memerlukan intervensi pangan bergizi berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektifitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) biskuit Good Time Hotong Kelor dibandingkan PMT Puding sehat terhadap peningkatan berat badan, tinggi badan, asupan energi, protein dan zat besi (Fe) serta pengetahuan ibu di desa Negeri Lima. Metode Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan nonequivalent control group design yaitu Membandingkan dua kelompok (kelompok perlakuan dan kelompok kontrol) yang sudah ada sebelumnya tanpa acak dan dilakukan pada 32 responden (16 kelompok control dan 16 kelompok intervensi) dengan kriteria usia 24-59 bulan, intervensi yang diberikan selama 60 hari. Hasil penelitian ini adalah kelompok intervensi menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan (p = 0,000), yaitu 2,13 kg lebih besar dibanding kelompok kontrol. Peningkatan tinggi badan kelompok intervensi juga signifikan (p < 0,05) sebesar 1,67 ± 0,37 cm, dibanding kontrol (0,86 ± 0,17 cm). Setelah intervensi, terdapat perbedaan signifikan pada asupan energi (p = 0,019), protein (p = 0,007), dan zat besi/Fe (p = 0,004) yang lebih tinggi pada kelompok intervensi. Selain itu, edukasi kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita secara signifikan (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah PMT Good Time hotong kelor efektif meningkatkan berat badan, tinggi badan, serta asupan energi, protein, dan Fe balita. Edukasi kesehatan secara signifikan juga meningkatkan pengetahuan ibu dalam perbaikan gizi anak.
Copyrights © 2026