Claim Missing Document
Check
Articles

Screening of Children’s Nutrition Status in New Normal Era Syariefah Hidayati Waliulu; Sahrir Sillehu; Rahma Tunny
Health Notions Vol 6, No 5 (2022): May
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn60505

Abstract

Nutritional status is an important aspect of children's health, especially at the infant age. Optimal growth allows the infant to do activities well and can improve child development. In the new normal era, parents are still worried about bringing their children to health facilities to control the children's nutritional status and other health statuses. This study aims to monitor the nutritional status of children in the new normal era. The screening had been carried out on babies aged 6-12 months involving 90 babies by total sampling in the working area of Pelauw Health Center, Pulau Haruku District, Indonesia. The research design employed in this study was descriptive quantitative to describe the nutritional status of children. The results obtained showed that 71% of infants had normal nutrition category, while the rest had less and very less nutritional status, as well as the risk of overweight. The results indicate that health workers and health academics should conduct door-to-door screening to monitor children’s nutritional status during the Covid-19 outbreak and educate parents in increasing balanced nutritional intake in the new normal era. Keywords: nutritional status; children; new normal era
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Posyandu Balita di Poskesdes THR 2 Kecamatan Sirimau Kota Ambon Rahma Tunny; Windatania Mayasari; Yuyun Hartati Sillehu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu21

Abstract

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri yang dibantu oleh para petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan di balai dusun, balai kelurahan, maupun tempat-tempat lain yang mudah di datangi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan posyandu balita di poskesdes THR 2 kecamatan. sirimau kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptifdengan pendekatan cross sectional study, jumlah sampel yang di pilih sebanyak 67 responden penelitian ini di lakukan di poskesdes THR 2 kecamatan. Sirimau kota Ambon selama 3 minggu mulai dari tanggal 8-25 agustus 2019. Hasil penelitian ini di dapatkan responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (7,5%) dan tingkat pengetahuan dengan cukup sebanyak 18 orang (26,9%), sedangkan responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 44 orang (65,7%) dan responden yang tidak memanfaatkan posyandu seabanyak 55 orang (82,1%), sendangkan responden yang memanfaatkan posyandu sebanyak 12 orang (17,9%).disimpulan dari hasil penelitianbahwa hampir dari seluruh responden memiliki pengetahuan yang baik (65,7%) dan lebih dari sebagian responden tidak memanfaatkan posyandu (82,1%) Di Poskesdes THR 2 Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Kata kunci: posyandu; pengetahuan; pemanfaatan
Hubungan Kecanduan Bermain Game Online dengan Kualitas Tidur pada Remaja Usia 15-18 Tahun di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2018 Syariefah H. Waliulu; Rahma Tunny; Jumaria Urata
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn19

Abstract

Game online merupakan proses simulasi dari kehidupan sosial karena game online memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi diri, membangun interaksi dan pola interaksi yang dibangun dalam game sangat kompleks seperti pola interaksi yang paling dasar yaitu percakapan, dikembangkan menjadi percakapan secara tertulis yang dikenal dengan istilah chatting. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia 15-18 Tahun Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian Deskritif Kolerasi yang artinya metode penelitian yang di gunakan untuk mencari dan berusaha menghubungkan antara dua variabel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini diperoleh Nilai signifikasi bermain game online dengan kualitas tidur (p=0.028). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan antara bermain game online dengan kualitas tidur pada remaja usia 15-18 tahun. Kata kunci: game online; remaja; kualitas tidur
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pemberian ASI Ekslusif dengan Status Gizi Anak Usia 7-11 Bulan di Dusun Kalapa Dua Desa Kairatu Tahun 2019 Rahma Tunny; Epi Dusra; Mentari Yunita; Debora Rumaella
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.914 KB) | DOI: 10.33846/ghs5406

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan merupakan proses yang terjadi pada setiap makhluk ciptaan Tuhan. Masa ini ditandai oleh pertumbuhan dan perkembangan yang cepat serta perubahan dalam kebutuhan gizi. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan tinggkat pemberian ASI dengan Status Gizi Anak Di Dusun Kalapa Dua Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survey deskriptif analitik dimana peneliti ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan pemberian ASI dengan status gizi pada bayi usia 7-11 bulan di dusun kelapa dua desa Kairatu. Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan status gizi pada balita di dusun kelapa 2 desa kairatu kecamatan kairatu kabupaten seram bagian barat tahun 2019, Tidak ada hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan status gizi pada balita di Dusun Kelapa 2 Desa Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2019 Kata kunci: pengetahuan; ASI esklusif; status gizi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PADA USIA 1-5 TAHUN DI DUSUN WAIMITAL DESA WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2016 Rahma Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.406 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.290

Abstract

ABSTRAK Pola asuh orang tua adalah merupakan sebuah interaksi mengenai aturan, nilai, dan norma-norma di masyarakat dalam mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya untuk mencapai kedewasaa yang sesuai dengan aturanyang berlaku dalam lingkungan setempatnya Perkembangan sosial adalah kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosialmenjadi orang yang bermasyarakatdan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, melebur diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomonikasi dan berkerja sama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak di Dusun Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu KabupatenSeram Bagian Barat Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan menggunakan metode desain cross sectional. yang dilakukan di Dusu Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2016. Sampel dalam penelitian adalah total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi DDTK . Pengolahan data, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) ≤ 0,05. Hasil dalam penelitian ini di peroleh nilai signifikan antara pola asuh dengan perkembangan sosial anak (0,005) sehingga p lebih kecil dari < α (0,05) yang menunjukkan bahwa Ho ditolak. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak. Kata Kunci : Pola asuh, Perkembangan Sosial
Edukasi Dan Latihan Teknik Back Pain Exercise Untuk Mencegah Nyeri Punggung Bawa Pada Nelayan Di Desa Tawiri Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Rahma Tunny; Syariefah Hidayati Waliulu; Siti Rochmaedah; Ira Sandy Tunny
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2023): November : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v1i6.366

Abstract

Low back pain (LBP) in Indonesia is a musculoskeletal complaint in the lumbar segment of the spine. One of the factors that influence complaints of low back pain (LBP) is work factors such as work position, work period, workplace design and body posture as well as body movement factors. Repetitive work, inefficient use of energy, long hours of work, unergonomic work positions and heavy workloads cause the incidence of LBP to increase. Therefore, it is necessary to increase insight into LBP as a promotive and preventive effort in reducing LBP symptoms. The methods used are counseling and leaflets as output results. There is a difference in understanding from the community and fishermen that after participating in this outreach activity, those who previously did not understand LBP disorders now understand more about what it is, the signs and symptoms, causes, intervention and prevention of LBP.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Kesehatan Tentang Pentingnya Pencegahan Anemia Pada Remaja di Mts. Al-Muhajirin Ambon Rahma Tunny; Fitria Umagapi; Asih Dwi Astuti
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v3i2.2490

Abstract

Anemia is one of the problems in adolescents in Indonesia. Anemia is more common in female adolescents than male adolescents. The purpose of this community service activity is to determine the level of adolescent knowledge about anemia and the importance of preventing anemia. The methods in community service activities include providing pretests and posttests, health education about anemia, the importance of preventing anemia. Community service activities use media in the form of leaflets, powerpoint presentations and videos. Knowledge measurement with questionnaires. This activity was carried out at Mts Al-Muhajirin Ambon class IX with 45 students. The results of the activity showed an increase in knowledge based on the results of the posttest, namely 73.4% of students had good knowledge about anemia. In conclusion, health education for adolescents through leaflets, powerpoint presentations and videos can increase knowledge for adolescents at Mts Al-Muhajirin Ambon. This activity needs to be improved by coordinating with the school and local health center to carry out continuous follow-up activities. The need for the formation of peer groups or health information corners at schools in increasing efforts to prevent anemia in adolescents.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON Rahma Tunny; Asih Dwi Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1165

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang peka terhadap kualitas dan aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) AKI diperkirakan sebanyak 500.000 kematian setiap tahun dan 99% diantaranya terjadi di negara berkembang. Melalui kunjungan antenatal care, komplikasi yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui, dan segera dapat diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut. Faktor internal sangat berperan untuk ibu hamil melakukan Asuhan antenatal, beberapa dari faktor internal merupakan sebab dari dilakukannya dan tidak dilakukannya Asuhan antenatal secara rutin. Faktor internal meliputi usia ibu hamil, pengetahuan, dan paritas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di puskesmas Rijali kota Ambon. Metode yang dipakai dengan deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 95 ibu hamil yang telah melahirkan kurang lebih 30 hari yang lalu yang pernah melakukan kunjungan antenatal care kemudian dilakukan analisa dengan uji chis quare. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh usia ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care yaitu p=0,017 (p< 0,05), pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care yaitu p=0,030 (p<0,05), namun tidak ada pengaruh parietas terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,051 (p>0,05).
Karakteristik Ibu Menyusui Dalam Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau Kabupaten Buru Asih Dwi Astuti; Siti Rochmaedah; Rahma Tunny
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i1.882

Abstract

Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi maka anak harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan makanan pendamping ASI diberikan setelah 6 bulan, pemberian ASI berlanjut sampai dengan anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI dapat menurunkan angka kematian anak secara global sebesar 10% setiap tahun. Promosi ASI eksklusif adalah upaya intervensi yang efektif untuk mengurangi kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmsa Waplaau Kabupaten Buru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel adalah ibu menyusui yang usia bayinya 7-12 bulan. Besar sampel 71 ibu menyusui dianalisa dengn menggunkan analisa univariat. Hasil: Umur Ibu menyusui dengan kategori tidak berisiko (20-35 tahun), Pendidikan kategori Sekolah Dasar, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Paritas kategori primipara, ekonomi keluarga kategori < Upah Minimum Kabupaten dan Tidak memberikan ASI eksklusif pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Namrole Kabupaten Buru Selatan Rahma Tunny
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i4.960

Abstract

According to the United Nations Childrens Funds and the World Health Organization, children should only be breastfed for six months and solid foods given after the child is six months old and continue to be breastfed until the child is two years old. According to WHO, the data on exclusive breastfeeding globally has not increased significantly, namely around 44% of babies aged 0 to 6 months worldwide who received exclusive breastfeeding during the period 2015 to 2018 from 50% of the breastfeeding target (WHO, 2019). Based on the results of interviews with 15 mothers of toddlers, 7 of them said that their children were not given exclusive breast milk due to the lack of milk production so that their babies quickly starved and fussy. 5 mothers of toddlers said that the 3-month-old child could have been given complementary foods for breast milk and 3 other mothers of toddlers said that the heavy workload that made the breastfeeding mother had given MP-ASI from an early age. The general purpose of this study is to see the relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding in infants aged 6 – 12 months in the working area of the Namrole Health Center, South Buru Regency. This study is an analytical observational research using a cross sectional approach. The results of the chi-square test showed that there was a good relationship between the mother's knowledge about exclusive breastfeeding and exclusive breastfeeding in toddlers with a p value = 0.000. because the p value < 0.005 thus H0 is rejected and Ha is accepted, so there is a good relationship between maternal knowledge and the provision of Exclusive Breastfeeding to toddlers in the working area of the Namrole care center. Knowledge Most of the mothers of babies are in the poor category, which is 56.9%, most of the mothers of babies do not give exclusive breastfeeding, which is 69%, There is a clear relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding in the work area of the Namrole Health Center.