Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai determinan,termasuk kualitas mikrobiologi air minum. Kontaminasi Escherichia coli dan total coliform berpotensi meningkatkan risiko infeksi enterik yang mengganggu penyerapan zat gizi dan pertumbuhan linier balita, namun penelitian berbasis data laboratorium mengenai hal ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi mikrobiologis air minum dan kejadian stunting pada balita di Kota Samarinda. Desain case-control digunakan pada 238 balita (119 kasus, 119 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data sekunder, kuesioner, serta pemeriksaan laboratorium Escherichia coli dan total coliform pada air minum rumah tangga menggunakan metode MPN, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik biner.Analisis bivariat menunjukkan Escherichia coli dan total coliform berhubungan secara signifikan dengan stunting (p < 0,001). Namun, analisis multivariat menunjukkan hanya total coliform yang menjadi faktor risiko independen (AOR = 10,12; 95% CI: 5,15–19,91; p < 0,001), sedangkan Escherichia coli tidak lagi signifikan (AOR = 2,25; 95% CI: 0,59–8,67; p = 0,238). Kontaminasi total coliform pada air minum merupakan faktor risiko independen stunting pada balita di Kota Samarinda, sehingga pengawasan kualitas mikrobiologis air minum perlu diperkuat sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis kesehatan lingkungan.
Copyrights © 2026