Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi mencapai 45-65%. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok paling rentan karena aktivitas bermain yang sering kontak dengan tanah. Infeksi STH dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan kognitif melalui mekanisme malnutrisi, anemia, dan respons imun yang memengaruhi sel saraf. Penelitian ini bertujuan membandingkan fungsi kognitif anak penderita STH dengan anak yang tidak menderita STH di Sekolah Dasar Panti Asuhan Al-Jam'iyatul Washliyah Pulo Brayan Medan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2015. Pemeriksaan tinja menggunakan metode Kato-Katz pada 142 anak. Fungsi kognitif diukur menggunakan Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) pada 96 anak (48 positif STH dan 48 negatif STH). Analisis data menggunakan uji Chi-Square, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis dengan α=0,05. Hasil prevalensi STH ditemukan sebesar 64,8% (92/142), dengan infeksi campuran A. lumbricoides dan T. trichiura sebagai jenis terbanyak (43,5%). Terdapat perbedaan signifikan fungsi kognitif pada subtes digit span (p=0,047), block design (p=0,030), object assembly (p=0,032), dan coding (p=0,047) antara anak STH positif dan negatif. Distribusi IQ menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,021), dengan anak STH positif lebih banyak berada pada kategori borderline (37,5%) dan mental defective (16,6%) dibandingkan anak STH negatif (18,8% dan 10,4%). Simpulan anak dengan infeksi STH memiliki fungsi kognitif dan IQ yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan anak tanpa infeksi STH. Diperlukan program pengobatan cacing rutin dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar.
Copyrights © 2026