Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Variasi implementasi Prolanis antar puskesmas menunjukkan perlunya analisis pelaksanaan program sebagai dasar perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Prolanis hipertensi pada puskesmas implementasi baik dan puskesmas implementasi kurang baik di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab Prolanis, serta peserta dengan tekanan darah terkontrol dan tidak terkontrol dari masing-masing puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan analisis sistem yang meliputi komponen input, process, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah memiliki tim pelaksana dan memperoleh dukungan pendanaan. Puskesmas implementasi baik memiliki sarana lebih memadai dan SOP yang perlu diperbarui, sedangkan puskesmas implementasi kurang baik belum memiliki SOP tertulis. Pada komponen proses, konsultasi medis belum memiliki mekanisme janji temu rutin, home visit kedua puskesmas belum sepenuhnya mengikuti kriteria sasaran, reminder WhatsApp belum mencakup jadwal konsultasi dan minum obat, serta edukasi kesehatan belum dilaksanakan rutin setiap bulan. Pada komponen output, puskesmas implementasi baik menunjukkan capaian kontrol hipertensi yang lebih tinggi. Penguatan SOP, standardisasi layanan, dan pemanfaatan hasil evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kesinambungan program.
Copyrights © 2026