Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi Digital Mahasiswa Kesehatan melalui Workshop Artificial Intelligence dalam Transformasi Kesehatan Digital Sri Siswati; Syafrawati; Silvi Amelia; Muthia Khairunnisa
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i4.826

Abstract

Digital transformation in the health sector has accelerated the adoption of Artificial Intelligence (AI) in academic and professional environments. However, concerns regarding ethical implications, academic integrity, and digital health literacy persist among health sciences students. This study aimed to assess the baseline levels of AI utilization, perceived usefulness, and ethical awareness among students in a public health faculty, as the foundation for implementing a capacity-building workshop on responsible AI use. A descriptive cross-sectional survey was conducted involving 181 undergraduate and postgraduate students from the Faculty of Public Health, Universitas Andalas, who completed a structured online questionnaire prior to the workshop. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages to identify patterns of AI usage and ethical concerns. Results showed that 94.5% of respondents actively used generative AI tools, primarily for academic tasks such as searching for scientific references and completing assignments. Despite high adoption, 44.2% reported moderate concerns related to plagiarism, algorithmic bias, and data privacy. Students predominantly obtained AI-related knowledge from social media platforms rather than formal learning sources. These findings indicate a substantial digital utilization gap, particularly in ethical and critical literacy dimensions, highlighting the need for structured educational interventions. Integrating AI literacy, emphasizing ethical responsibility and critical evaluation into the curriculum of health sciences education is recommended to prepare future health professionals for equitable and trustworthy digital health transformation.
Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Hipertensi pada Dua Puskesmas dengan Tingkat Implementasi Berbeda di Kota Bukittinggi Tahun 2026 Silvi Amelia; Rizanda Machmud; Rosfita Rasyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63150

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Variasi implementasi Prolanis antar puskesmas menunjukkan perlunya analisis pelaksanaan program sebagai dasar perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Prolanis hipertensi pada puskesmas implementasi baik dan puskesmas implementasi kurang baik di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab Prolanis, serta peserta dengan tekanan darah terkontrol dan tidak terkontrol dari masing-masing puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan analisis sistem yang meliputi komponen input, process, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah memiliki tim pelaksana dan memperoleh dukungan pendanaan. Puskesmas implementasi baik memiliki sarana lebih memadai dan SOP yang perlu diperbarui, sedangkan puskesmas implementasi kurang baik belum memiliki SOP tertulis. Pada komponen proses, konsultasi medis belum memiliki mekanisme janji temu rutin, home visit kedua puskesmas belum sepenuhnya mengikuti kriteria sasaran, reminder WhatsApp belum mencakup jadwal konsultasi dan minum obat, serta edukasi kesehatan belum dilaksanakan rutin setiap bulan. Pada komponen output, puskesmas implementasi baik menunjukkan capaian kontrol hipertensi yang lebih tinggi. Penguatan SOP, standardisasi layanan, dan pemanfaatan hasil evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kesinambungan program.