Jurnal Ners
Vol. 10 No. 4 (2026)

Faktor Determinan Yang Berhubungan dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Oleh Perawat di Rumah Sakit I Karawang 2026

Achmad Khusaeri (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Iin Inayah (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Achmad Setya Roswendi (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Mulyati Mulyati (Dinas Kesehatan Kota Cimahi)
Tantan Hadiansyah (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS.Dustira)



Article Info

Publish Date
28 Sep 2026

Abstract

Latar Belakang: Pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat di Rumah Sakit I Karawang belum optimal. Hanya 64,65% perawat memiliki pelaporan insiden baik, sedangkan 35,35% belum baik. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan rendahnya beberapa dimensi budaya keselamatan pasien dalam kategori baik, yaitu staffing and workload (6,06%), management support (18,18%), handoffs and transitions (29,29%), supervisor support (30,30%), dan response to error (37,37%). Tujuan: Menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat di Rumah Sakit I Karawang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 99 perawat. Sembilan dimensi budaya keselamatan pasien berdasarkan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Responden didominasi usia 26–35 tahun (67,68%), perempuan (74,75%), dan berpendidikan Ners (55,56%). Dimensi kategori baik adalah teamwork (85,86%) dan open communication (75,76%). Teamwork (p=0,078) dan staffing and workload (p=0,323) tidak berhubungan, sedangkan tujuh dimensi lainnya berhubungan signifikan. Lima determinan independen adalah supervisor support (AOR=60,196; p=0,009), handoffs and transitions (AOR=23,201; p=0,004), overall perception of patient safety (AOR=21,382; p=0,001), response to error (AOR=11,673; p=0,005), dan organizational learning (AOR=11,393; p=0,001). Supervisor support paling dominan. Kesimpulan: Kelima dimensi tersebut merupakan determinan independen yang berhubungan dengan pelaporan insiden, dengan supervisor support sebagai determinan paling dominan. Saran: Rumah sakit disarankan memprioritaskan penguatan supervisor support, handoffs and transitions, response to error, organizational learning, dan overall perception of patient safety untuk meningkatkan konsistensi pelaporan insiden.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...