Masalah gizi pada remaja putri perlu mendapat perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan cepat dengan kebutuhan zat gizi yang meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang status gizi di SMPN 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan 43 remaja putri kelas VII dan VIII sebagai sampel melalui total sampling. Intervensi diberikan melalui ceramah interaktif selama 30 menit menggunakan leaflet dan sesi tanya jawab. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 18 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk menguji normalitas, sedangkan uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan karena data posttest tidak normal. Sebelum intervensi, pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (67,4%), cukup 8 responden (18,6%), dan baik 6 responden (14,0%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 33 responden (76,7%), cukup 7 responden (16,3%), dan kurang menurun menjadi 3 responden (7,0%). Nilai mean meningkat dari 0,47 menjadi 1,70 dan median dari 0,00 menjadi 2,00. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,558 dengan p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang status gizi.
Copyrights © 2026