Winarsi Mokoagow
Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Risiko Kanker Payudara Berdasar Riwayat Usia, Menarche, IMT, Penggunaan Kontrasepsi Dan HPV Hindun Rahim; Sri Atikah; Winarsi Mokoagow; Dhilah Thalih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51437

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kejadian kanker payudara terus mengalami peningkatan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini tergolong penyakit tidak menular yang kasusnya terus bertambah sebanyak 19,2 juta jiwa pada tahun 2020, sedangkan jumlah kematian mencapai 9,9 juta jiwa. Hingga saat ini penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Penyebabnya bersifat multifaktoral yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kanker payudara yang dipengaruhi oleh riwayat usia, menarche, IMT, penggunaan kontrasepsi dan virus HPV. Metode: Jenin penelitian kuantitatif dengan design case control study. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan riwayat usia (p= 0,020) OR. 7,43; menarche (p=0,010) OR. 0,12; IMT (p=0,028) OR. 5.50, penggunaan kontrasepsi (0,002)OR. 21,00 dengan kanker payudara. Kesimpulan: Riwayat usia, menarche, IMT, penggunaan kontrasepsi dan HPV berhubungan dengan kejadian kanker payudara.
Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental Ibu Dengan Anak Balita Risiko Stunting Di Desa Buyat Bersatu Irma Sima Yuniar; Hindun A. Rahim; Winarsi Mokoagow; Ike C.A Chabibah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1694

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dapat berkaitan dengan kondisi keluarga serta kesehatan mental ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pernikahan dini terhadap kesehatan mental ibu dengan anak balita risiko stunting di Desa Buyat Bersatu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 42 ibu yang menikah pada usia kurang dari 19 tahun dan memiliki anak balita, terdiri atas 24 ibu dengan anak balita stunting dan 18 ibu dengan anak balita tidak stunting. Pengukuran kesehatan mental menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis univariat disajikan dalam frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kategori kesehatan mental dominan adalah stres sebanyak 28 responden (66,7%), diikuti kecemasan 7 responden (16,7%), depresi 5 responden (11,9%), dan normal 2 responden (4,8%). Pada kelompok ibu dengan anak stunting, stres ditemukan pada 22 responden (91,7%), sedangkan pada kelompok tidak stunting ditemukan pada 6 responden (33,3%). Uji Fisher's Exact Test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status stunting anak dan kesehatan mental dominan ibu yang menikah dini. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Kata kunci: Pernikahan Dini, Kesehatan Mental Ibu, Stunting, DASS-21, Stres
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Status Gizi di SMPN 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Aiska Fairana Chintia Karim; Winarsi Mokoagow; Ria A. Rotinsulu; Anggun Sasmita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63346

Abstract

Masalah gizi pada remaja putri perlu mendapat perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan cepat dengan kebutuhan zat gizi yang meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang status gizi di SMPN 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan 43 remaja putri kelas VII dan VIII sebagai sampel melalui total sampling. Intervensi diberikan melalui ceramah interaktif selama 30 menit menggunakan leaflet dan sesi tanya jawab. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 18 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk menguji normalitas, sedangkan uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan karena data posttest tidak normal. Sebelum intervensi, pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (67,4%), cukup 8 responden (18,6%), dan baik 6 responden (14,0%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 33 responden (76,7%), cukup 7 responden (16,3%), dan kurang menurun menjadi 3 responden (7,0%). Nilai mean meningkat dari 0,47 menjadi 1,70 dan median dari 0,00 menjadi 2,00. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,558 dengan p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang status gizi.
Hubungan Pola Makan dan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Tuminting Kota Manado Fadila Ngabito; Winarsi Mokoagow; Nelawati Radjamuda; Hindun Rahim
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63364

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat. World Health Organization (2023) melaporkan prevalensi gizi kurang secara global mencapai 6,8%, sedangkan di Indonesia sebesar 7,4% (SKI, 2023). Pola makan yang kurang baik dan riwayat pemberian ASI eksklusif diduga berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan sebanyak 1.303 balita, dengan sampel 66 balita yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, kuesioner riwayat pemberian ASI eksklusif, serta pengukuran berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari 66 balita, 28 balita (42,4%) mengalami gizi kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian gizi kurang (p = 0,000), dengan 87,5% balita berpola makan kurang baik mengalami gizi kurang. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang (p = 0,004). Terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang.
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penanganan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di Kelurahan Pandu Lingkungan III Kota Manado Salina Umagapi; Meinita Wulansari; Winarsi Mokoagow; Risna Ayu Rahmadani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63366

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan dapat menghambat aktivitas, belajar, istirahat, serta interaksi sosial. Kompres hangat merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang sederhana dan dapat diterapkan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Kelurahan Pandu Lingkungan III Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 55 remaja putri usia 18–24 tahun dipilih dengan purposive sampling. Intensitas nyeri dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Kompres hangat diberikan pada abdomen bagian bawah selama 15–20 menit dengan suhu sekitar 40–45°C. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan α=0,05. Sebelum intervensi, 43 responden (78,2%) mengalami nyeri sedang dan 12 responden (21,8%) mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, 44 responden (80,0%) berada pada kategori nyeri ringan, 10 responden (18,2%) tidak mengalami nyeri, dan 1 responden (1,8%) mengalami nyeri sedang. Uji Wilcoxon menunjukkan Z=-6,549 dan p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, kompres hangat berhubungan dengan penurunan intensitas nyeri haid dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang praktis bagi remaja putri.