Media edukasi kebersihan gigi perlu memperlihatkan perbedaan gigi sehat dan tidak sehat agar pesan pencegahan lebih konkret bagi anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai kelayakan Sapto Gigi (Saputra Phantom Gigi) sebagai media edukasi kebersihan gigi pada anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan adaptasi model ADDIE melalui analisis, desain dan pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Validasi melibatkan seorang dokter gigi dan seorang akademisi keperawatan anak. Uji coba dilakukan pada 20 siswa kelas III SDN 1 Jatilawang melalui total sampling pada 13 November 2025. Data dikumpulkan menggunakan angket 10 butir berskala 1–5 dan dianalisis secara deskriptif. Produk memiliki komponen lepas-pasang untuk menampilkan kondisi gigi sehat dan tidak sehat. Berdasarkan tabulasi lembar validasi asli, dokter gigi memberikan skor 45/50 (90%) dan akademisi keperawatan anak 40/50 (80%), dengan persentase gabungan 85%. Kedua ahli merekomendasikan penggunaan dengan revisi. Rata-rata penilaian siswa sebesar 81,10% dengan simpangan baku 6,172. Secara deskriptif, rerata penilaian ahli dan siswa termasuk kategori sangat layak. Kata Kunci: anak sekolah dasar, kebersihan gigi, kelayakan media, phantom gigi, Sapto Gigi.
Copyrights © 2026