Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran kelapa muda serta menganalisis margin dan efisiensi pemasaran di Kelurahan Empoang Utara, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juni 2026 dengan penentuan informan secara purposive. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pelaku pemasaran, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen dan statistik wilayah. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pola saluran pemasaran dan secara kuantitatif untuk menghitung margin serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I: petani - pedagang pengecer - konsumen dan Saluran II: petani - pedagang pengumpul - pedagang pengecer - konsumen. Saluran II lebih dominan digunakan oleh petani, yaitu 62,5%, sedangkan Saluran I digunakan oleh 37,5% petani. Total margin pemasaran pada Saluran I sebesar Rp10.000/buah, sedangkan Saluran II sebesar Rp12.000/buah. Total biaya pemasaran Saluran I sebesar Rp5.735/buah dan Saluran II sebesar Rp5.200/buah. Berdasarkan rasio biaya pemasaran terhadap harga jual konsumen, tingkat efisiensi Saluran I sebesar 38,23% dan Saluran II sebesar 34,67%. Dengan demikian, Saluran II merupakan saluran yang lebih efisien karena memiliki proporsi biaya pemasaran yang lebih rendah terhadap nilai produk yang dipasarkan.
Copyrights © 2026