ISPA masih menjadi masalah kesehatan pada anak dan meningkatkan angka kesakitan, Pengawasan orang tua sangat penting kurangnya pengawasan dapat meningkatkan konsumsi BTP dan berdampak pada kesehatan, sedangkan pengawasan yang baik dapat mengurangi risiko. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain observasional menggunakan pendekatan cross sectional, pada penelitian ini populasinya adalah orang tua di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun sebanyak 100 Orang. Dengan teknik Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 80 sampel. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner dan untuk mengetahui pengaruh antara kedua variabel dilakukan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar peran orang tua berada pada kategori cukup, yaitu sebanyak 39 orang (48,8%), sedangkan sebagian besar anak mengalami ISPA, yaitu sebanyak 42 anak (52,5%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 13,144 dengan derajat kebebasan (df) = 2 dan nilai p = 0,001 (p < 0,05). maka dapat disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Peran orang tua yang baik tidak hanya sebatas menyediakan makanan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam memilih makanan yang aman seperti membatasi konsumsi jajanan yang mengandung BTP berlebihan, serta memberikan edukasi kepada anak mengenai pentingnya makanan sehat.
Copyrights © 2026