Latar Belakang: Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mengandung eugenol yang berpotensi sebagai akarisida alami untuk mengatasi skabies. Tujuan: Memformulasi ekstrak etanol daun kemangi menjadi sediaan krim, mengevaluasi mutu fisiknya, serta menguji efektivitas antiskabiesnya pada kelinci dibandingkan dengan Permetrin 5%. Metode: Ekstrak dibuat secara maserasi dan diformulasikan ke dalam krim dengan variasi konsentrasi: F0 (0%), F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (25%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Uji efektivitas dilakukan secara in vivo pada kelinci dengan parameter luas keropeng yang dianalisis menggunakan metode AUC dan uji Independent Sample T-Test. Hasil: Variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi sifat fisik sediaan; peningkatan konsentrasi menurunkan pH dan viskositas. Formula F3 (25%) merupakan formula dengan mutu fisik terbaik karena memenuhi semua standar fisik dan memiliki daya sebar tertinggi (6,47 cm). Hasil uji in vivo menunjukkan krim F3 (25%) mampu menyembuhkan skabies total pada hari ke-7, di mana analisis statistik nilai AUC membuktikan efektivitasnya tidak berbeda signifikan (sig. = 0,721; p > 0,05) dengan Permetrin 5%. Kesimpulan: Krim ekstrak etanol daun kemangi 25% (F3) memiliki karakteristik mutu fisik terbaik dan memiliki efektivitas antiskabies yang setara dengan kontrol positif Permetrin 5%.
Copyrights © 2026