This study aims to describe the reasons behind the learning transformation, the forms of implementation of the Micro Learning method, and the supporting and inhibiting factors of its implementation at Pondok Pesantren Al-Faqih Sumber Nyamplong Pamekasan. This study uses a qualitative approach with phenomenological and ethnographic research types. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the learning transformation was carried out by dividing the material into small units, focusing on one topic per session, delivering the content contextually, and reinforcing understanding through discussion, reflection, and brief evaluation. The application of this method increased santri's understanding, participation, motivation, and internalization of adab values without eliminating the substance of the text's teachings. The success of the implementation was supported by the caretaker's commitment, the ustadz's competence, and the santri's readiness, while limited media and variation in santri's ability became inhibiting factors. This study concludes that the Micro Learning method is effective in transforming the learning of Ta’limul Muta’allim into a form that is more adaptive, effective, and relevant without losing the characteristics of pesantren education. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan transformasi pembelajaran, bentuk penerapan metode Micro Learning, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya di Pondok Pesantren Al-Faqih Sumber Nyamplong Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi dan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran dilakukan melalui pembagian materi menjadi unit-unit kecil, fokus pada satu pokok bahasan setiap pertemuan, penyampaian materi secara kontekstual, serta penguatan melalui diskusi, refleksi, dan evaluasi singkat. Penerapan metode ini meningkatkan pemahaman, partisipasi, motivasi, serta internalisasi nilai-nilai adab santri tanpa menghilangkan substansi ajaran kitab. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen pengasuh, kompetensi ustadz, dan kesiapan santri, sedangkan keterbatasan media dan variasi kemampuan santri menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Micro Learning efektif mentransformasikan pembelajaran Kitab Ta’limul Muta’allim menjadi lebih adaptif, efektif, dan relevan tanpa menghilangkan karakteristik pendidikan pesantren. Kata Kunci: Micro Learning; Pendidikan Islam; Pondok Pesantren; Ta’limul Muta’allim; Transformasi Pembelajaran
Copyrights © 2026