Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada balita yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan pada periode awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada balita di Desa Morokai, wilayah kerja Puskesmas Pasahari B, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 70 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan Buku KIA, serta pengukuran panjang/tinggi badan balita. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 balita (32,9%) mengalami stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001; PR=11,28; 95% CI: 3,71–34,32). Pemberian MP-ASI juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001; PR=44,96; 95% CI: 6,45–313,15). BBLR berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001). Seluruh balita dengan riwayat BBLR mengalami stunting, sedangkan seluruh balita tanpa riwayat BBLR tidak mengalami stunting, sehingga ukuran asosiasi dan CI 95% tidak dapat diestimasi karena terdapat sel dengan frekuensi nol. Kesimpulannya, ASI eksklusif, MP-ASI, dan BBLR berhubungan dengan kejadian stunting. Pencegahan perlu dilakukan melalui optimalisasi ASI eksklusif, pemberian MP-ASI sesuai kebutuhan, dan pemantauan pertumbuhan balita dengan riwayat BBLR.
Copyrights © 2026