Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Dasar Pangan Lokal Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Balita Stunting di Desa Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Rahma Tunny; Ernawati Hatuwe; Fitria Umagapi; Mariene Wiwin Dolang; Suryanti Tukiman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50685

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Stunting yang terjadi pada balita perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak, seperti meningkatnya angka kesakitan dan kematian, tumbuh kembang anak yang buruk, meningkatnya risiko penyakit infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, serta menurunnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak stunting setelah diberikan nugget ikan tahu kelor, dimana makanan yang diberikan merupakan makanan yang sudah mengandung protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pratest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 24-59 bulan yang berada di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku sebanyak 30 balita. Analisa data menggunakan aplikasi SPSS versi 23 menggunakan uji paired sampel T test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan rat-rata berat badan balita sebesar 1,22 kg dan tinggi badan sebesar 0,95 cm setelah diberikan PMT, dimana terjadi perubahan berat badan dan tinggi badan antara sebelum dan sesudah pemberian PMT dengan p-value 0,000 yang artinya ada perubahan berat badan dan tinggi badan balita setalah mendapatkan PMT. Pemberian PMT Modifikasi berbasis kearifan lokal dalam hal ini nuget ikan tahu kelor dapat menjadi alternatif program penanggulangan stunting
Hubungan Beban Kerja Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah) Pada Pekerja Peternak  Ayam Petelur Di Desa  Hatusua Kabupaten Seram Bagian Barat Edi Sugiarto; Fitria Umagapi; Petrus Resa Leirissa; Narwan Majida; Zulfikar Lating
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (nyeri punggung bawah) adalah sebuah sindrom klinis ditandai dengan timbulnya gejala nyeri di sekitar punggung bawah yang tanpa atau dapat disertai penjalaran pada tungkai bawah. Nyeri punggung bawah bisa terjadi karena mengangkat benda yang terlalu berat, meregangkan secara berlebihan otot-otot punggung bagian bawah, cidera atau trauma serta posisi tidak ergonomis seperti membungkuk, memiringkan badan, dan posisi menggapai atau berlutut. Metode penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan  pendekatan cross-sectional study. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 Responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Untuk mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan penelitian maka data dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. Sebesar 0,002 (p<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan bermakna secara statistik antara  beban kerja dengan kejadian low back  pain (nyeri punggung bawah) pada pekerja peternak ayam petelur di Desa Hatusua Kabupaten Seram Bagian Barat
Hubungan Sikap Kerja dengan Kejadian Muskuloskeletal Disorder pada Pekerja Sagu Dusun Ursana Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat Edi Sugiarto; Herlien Sinay; Fitria Umagapi; Zulfikar Lating
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan Musculoskeletal atau otot skeletal pada umumnya terjadi karena kontraksi otot yang berlebihan akibat sikap kerja yang buruk, dan pemberian beban kerja yang terlalu berat dengan durasi pembebanan yang panjang. Kontraksi otot yang berlebihan mengakibatkan peredaran darah ke otot berkurang sehingga suplai oksigen ke otot menurun, proses metabolisme karbohidrat terhambat dan akibatnya terjadi penimbunan asam laktat yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri otot. Sikap kerja merupakan salah satu penyebab kejadian musculoskeletal. sikap kerja terhadap peralatan kerja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kemudian sikap kerja yang buruk atau tidak ergonomi dapat menimbulkan rasa nyeri, kelelahan, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi sebanyak 36 dan jumlah sampel 36 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pada variabel sikap, sedangkan untuk variabel Musculoskeletal Disorder menggunakan kuesioner Nordic body map. Hasil penelitian menunjukkan kategori sikap kerja rendah sebanyak 24 orang dan dan untuk yang mengalami musculoskeletal rendah sebanyak 21 orang (87.5), yang sedang sebanyak 3 orang (12,5) dan sangat tinggi (0,0%) Sikap kerja sedang sebanyak 8 orang  dan untuk yang mengalami musculoskeletal rendah sebanyak 4 orang (50.0), yang sedang sebanyak 4 orang (50,0) dan sangat tinggi 0.  Sikap kerja tinggi sebanyak 2 orang  dan untuk yang mengalami musculoskeletal rendah sebanyak 1 orang (50.0), yang sedang sebanyak 0  dan sangat tinggi 1 orang (50%). Sikap kerja sangat tinggi sebanyak 2 orang  dan untuk yang mengalami musculoskeletal rendah sebanyak 1 orang (50.0), yang sedang sebanyak 1 orang (50,0%)  dan sangat tinggi 0.  Berdasarkan hasil uji Chi-Square test diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya ada hubungan yang Signifikansi antara sikap kerja dengan Kejadian musculoskeletal disorder pada pekerja industri sagu di Dusun Ursana Desa Kairatu
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pengolahan Nugget Ikan Tuna untuk Pencegahan Stunting di Desa Masnana Herlien Sinay; Fitria Umagapi; Zulfikar Lating; Abd. Rijali Lapodi; Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya pangan lokal yang melimpah. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan pangan bergizi berbasis sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan ikan tuna menjadi nugget sebagai alternatif pangan bergizi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pelatihan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan nugget ikan tuna yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan ibu yang memiliki balita. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi selama pelaksanaan kegiatan, diskusi interaktif, wawancara singkat, dan penilaian terhadap kemampuan peserta dalam mempraktikkan pembuatan nugget ikan tuna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai stunting, pentingnya konsumsi protein hewani, serta pemanfaatan ikan tuna sebagai pangan bergizi bagi anak. Peserta juga mampu mempraktikkan pengolahan ikan tuna menjadi nugget secara mandiri sesuai tahapan yang telah diberikan. Luaran utama kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan tuna menjadi nugget, tersusunnya produk olahan nugget ikan tuna sebagai alternatif pangan bergizi berbasis sumber daya lokal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi perikanan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis olahan ikan tuna. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengolahan ikan tuna menjadi nugget merupakan salah satu intervensi berbasis komunitas yang berpotensi mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Karyawan Dalam Penggunaan APD DI PT.Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Iswandi Fataruba; Fitria Umagapi; Zulfikar Lating; Mirna Latuconsina
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.5195

Abstract

Dari data International Labour Organization (ILO) yaitu 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja dan 313 juta pekerja mengalami kecelakaan non-fatal per tahunnya. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara masa kerja , pengetahuan dan sikap dalam penggunaan APD pada karyawan PT. Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Metode : merupakan penelitian kuantitatif dengan pendeketaan observasional analitik dengan desain cross-sectional populasi pada penelitian ini 30 karyawan dan sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi yaitu 30 karyawan dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil : hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk masa kerja beradasarkan uji chi-square (p- value) sebesar 0.360 yang artinya p > 0.05 menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan APD pada karyawan PT. Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.Untuk variabel pengetahuan menunjukan bahwa berdasarkan uji chi-square (p-value) = 0.00 yang artinya p < 0.05 menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD pada karyawan PT.Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Sedangkan untuk variabel sikap menunjukan bahwa berdasarkan uji chi-square (p-value) = 0.00 yang artinya p < 0.05 menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD pada karyawan PT. Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja, sedangkan ada  hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD pada Karyawan PT. Sakabaja Panelindo PLTD Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.