Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan eksperimen kimia bagi siswa di SMAN Harakakae, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini memiliki keterbatasan akses laboratorium dan bahan kimia sehingga pembelajaran kimia jarang disertai eksperimen. Dalam kegiatan ini diberikan eksperimen berbasis bahan sederhana dan pigmen kunyit untuk membuktikan dan memahami konsep reaksi kimia dan sifat asam–basa.  Adapun metode kegiatan berupa ceramah, tanya jawab, dan pendampingan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi selama kegiatan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil mengidentifikasi empat ciri reaksi kimia, yaitu perubahan suhu, perubahan warna, pembentukan endapan, dan pembentukan gas, serta mampu membedakan sifat larutan asam dan basa menggunakan indikator kertas kunyit. Pemanfaatan bahan sederhana dan sumber daya lokal menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, membantu siswa menghubungkan konsep kimia dengan fenomena sehari-hari serta mendukung pengembangan aspek kognitif, keterampilan proses sains, dan keterampilan dasar laboratorium. Dengan demikian, praktikum kimia berbasis bahan sederhana dan potensi lokal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif bagi sekolah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium.
Copyrights © 2026