Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan internet membuat siswa sekolah dasar semakin akrab dengan teknologi digital, namun belum diikuti dengan pemahaman yang memadai tentang literasi AI dan etika digital. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko, seperti menerima informasi tanpa verifikasi, membagikan data pribadi, serta berperilaku tidak santun di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan literasi AI dan etika digital pada siswa sekolah dasar melalui penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SDN 16 Sijuk, Kabupaten Belitung, dengan sasaran 28 siswa kelas V dan VI. Metode pelaksanaan berupa pemaparan materi dan demonstrasi penggunaan AI generatif melalui proyektor yang dipadukan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas mengenai contoh penggunaan teknologi digital secara aman dan beretika. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket post-test yang terdiri atas lima pernyataan terkait pemanfaatan internet untuk belajar, kesopanan berkomunikasi, kesadaran terhadap kebenaran informasi, perlindungan data pribadi, dan kehati-hatian membuka tautan. Hasil menunjukkan 96% siswa menyatakan menggunakan internet untuk belajar, 100% berkomunikasi secara sopan, 89% menyadari bahwa tidak semua informasi di internet benar, 96% tidak membagikan foto pribadi tanpa izin, dan 100% berhati-hati saat membuka tautan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian mampu menguatkan sikap positif siswa terhadap pemanfaatan internet dan AI secara aman dan beretika, serta dapat menjadi model sederhana yang direplikasi di sekolah dasar lain dengan fasilitas terbatas.
Copyrights © 2025