Indonesia merupakan salah satu negara dengan kerentanan bencana tinggi, sehingga kesiapsiagaan dan respons bencana menjadi sangat penting, terutama di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare dalam mitigasi dan respons bencana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung selama magang di BPBD, wawancara mendalam dengan staf, serta dokumentasi kegiatan dan laporan resmi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Parepare menjalankan fungsi mitigasi dan respons secara terpadu. Dalam mitigasi non-struktural, BPBD aktif melakukan penyuluhan kebencanaan di sekolah dan komunitas, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Dalam mitigasi struktural, BPBD melakukan survei dan penanganan pohon rawan tumbang untuk mengurangi risiko lingkungan. Pada fase respons, BPBD menunjukkan koordinasi logistik yang efektif melalui pendataan, verifikasi, dan distribusi bantuan, serta memberikan dukungan psikososial kepada korban bencana. Meskipun demikian, penelitian menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung yang terbatas, kurang optimalnya koordinasi lintas sektor, dan sistem pendataan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BPBD Kota Parepare telah berperan strategis dalam mitigasi dan respons bencana, namun peningkatan kapasitas kelembagaan diperlukan untuk memperkuat ketangguhan bencana di tingkat daerah. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam penguatan pengelolaan bencana secara efektif.
Copyrights © 2026