Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KERJA DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APD PADA INDUSTRI KETENAGALISTRIKAN: STUDI DI PT PLN UP3 PAREPARE Dirman Sudarman; Alya Dwi Fadillah; Nur Safira Zalzabila; Khusnul Khatima; Sudarmi Sudirman; Zuraida Inara Gani; Williana Yusuf
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan higiene industri di PT PLN (Persero) UP3 Parepare. Higiene industri menjadi aspek penting dalam menjamin keselamatan kerja, terutama di sektoar kelistrikan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan campuran, melibatkan 16 responden dari berbagai unit kerja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene industri telah mencakup identifikasi bahaya melalui metode HIRA-RJ, penggunaan APD secara konsisten, pengawasan lapangan yang ketat, evaluasi lingkungan kerja secara berkala, serta pelatihan dan sosialisasi rutin. Meskipun masih ditemukan tantangan dalam hal kepatuhan terhadap prosedur, secara umum upaya pengendalian risiko telah dilaksanakan secara sistematis. Hasil ini menegaskan pentingnya komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Hubungan Quality Of Life Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif : Studi Cross-Sectional Menggunakan WHOQOL-BREF: The Relationship Between Quality of Life and the Incidence of Hypertension Among the Working-Age Population: A Cross-Sectional Study Using the WHOQOL-BREF Ina Sutrisno; Haniarti Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1621

Abstract

apabila tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg berdasarkan hasil pengukuran pada kesempatan yang berbeda. Desain Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu studi epidemiologi yang menilai hubungan antara paparan dan penyakit pada waktu yang sama dalam suatu populasi Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, baik yang mengalami hipertensi maupun yang tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan data UPT Puskesmas Rappang, jumlah masyarakat usia produktif yang mengalami hipertensi sebanyak 1.177 orang, sedangkan masyarakat usia produktif yang tidak mengalami hipertensi digunakan sebagai kelompok pembanding. Pemilihan sampel dilakukan sesuai dengan kriteria penelitian dan teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan untuk memperoleh responden yang dapat mewakili populasi penelitian sebanyak 89 orang. Tujuan mengetahui hubungan antara variabel independen (quality of life) dan variabel dependen (kejadian hipertensi) yang diukur secara bersamaan. Pendekatan ini dipilih karena praktis, cepat, dan sesuai untuk menggambarkan kondisi kualitas hidup dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di UPT Puskesmas Rappang. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kualitas hidup pada domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Semakin baik kualitas hidup seseorang, semakin besar peluang untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Infeksius terhadap Risiko Kesehatan Petugas Sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Zuraidah Inara Gani; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4559

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit merupakan proses penanganan limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun mencemari lingkungan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis infeksius terhadap risiko esehatan petugas sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petugas sanitasi yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis infeksius. Aspek yang dievaluasi meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan sementara, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta risiko kesehatan yang dialami petugas. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk eseh serta uraian naratif. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie pada umumnya telah mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam konsistensi penggunaan APD secara lengkap, peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, serta pengawasan selama proses pengelolaan limbah. Petugas sanitasi masih berpotensi mengalami paparan bahaya biologis, cedera akibat benda tajam, dan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan limbah medis infeksius. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, pengawasan keselamatan kerja, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan APD secara konsisten untuk meminimalkan risiko kesehatan petugas sanitasi.
Evaluasi Pelaksanaan Kepatuhan Cleaning Service Dalam Pengelolaan Limbah Infeksius Di Rs Regional Dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Khusnul Khatima; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4565

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit memerlukan kepatuhan cleaning service terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah risiko penularan infeksi, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius serta mendeskripsikan pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP dalam pengelolaan limbah infeksius di RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 1 koordinator cleaning service, 1 koordinator sanitasi, 9 petugas cleaning service sebagai informan utama, dan 1 tenaga kesehatan (perawat). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service meliputi pengetahuan petugas mengenai SOP, sikap dan kesadaran terhadap keselamatan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, pengawasan, serta dukungan manajemen rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh koordinator cleaning service, unit sanitasi, dan petugas K3 disertai penerapan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan petugas. Pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan pemilahan limbah sesuai kategori, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, pengangkutan limbah menggunakan troli khusus, penyimpanan sementara sesuai ketentuan, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti kesalahan penempatan limbah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terjadi pada kondisi tertentu sehingga masih memerlukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan
Analisis Faktor Risiko Dermatitis Kontak Pada Nelayan di Pesisir Kota Parepare Diva Aprilya; Rahmi Amir; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4602

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang rentan terjadi pada nelayan karena aktivitas kerja melibatkan kontak dengan air laut, pajanan sinar matahari, lingkungan lembap, serta berbagai bahan iritan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kejadian dermatitis dan menganalisis hubungan personal hygiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, paparan air laut, dan pajanan sinar matahari dengan kejadian dermatitis pada nelayan di wilayah pesisir Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan pengukuran variabel secara cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 nelayan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,6% responden memiliki indikasi dermatitis. Personal hygiene berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,004). Berdasarkan perhitungan dari tabulasi silang, penggunaan APD juga menunjukkan hubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,018). Sementara itu, durasi kerja tidak berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,355). Paparan air laut tidak menunjukkan hubungan dengan dermatitis (p=0,778), demikian pula pajanan sinar matahari (p=0,062). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berupa kebersihan diri dan penggunaan APD merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan dermatitis pada nelayan. Peningkatan edukasi mengenai kebersihan diri, penggunaan APD secara konsisten, dan perawatan kulit setelah melaut diperlukan untuk mengurangi gangguan kesehatan kulit pada nelayan Kota Parepare.