Doktrin “publish or perish” serta kebijakan kinerja penelitian di Indonesia mendorong dosen untuk mempublikasikan karya pada jurnal internasional bereputasi. Namun, dosen universitas swasta, khususnya anggota AFEBSI Jawa Timur, masih menghadapi hambatan berupa kelemahan kerangka konseptual dan keterbatasan pemahaman alur publikasi. Data menunjukkan 78,1% belum pernah menjadi penulis pertama di jurnal Scopus. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 32 dosen yang dipilih secara purposif. Program pelatihan strategi publikasi bereputasi dilaksanakan selama 16 jam, terdiri atas 30% teori dan 70% praktik langsung. Materi mencakup penyusunan templat kesenjangan penelitian, perumusan kontribusi teoretis, pemetaan kuartil jurnal, serta penggunaan perangkat operasional. Efektivitas pelatihan diukur melalui pra-uji, pasca-uji, dan Daftar Periksa Kesiapan Manuskrip. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan publikasi dari skor rata-rata 38,5 menjadi 79,3 (p < 0,001; d = 2,29). Setelah pelatihan, 85,6% peserta mampu menyelesaikan daftar periksa manuskrip, dengan pencapaian utama berupa perumusan pernyataan kesenjangan (90,6%) dan penggunaan pengelola referensi (96,9%). Pelatihan berbasis asosiasi terbukti efektif menjembatani kesenjangan antara tuntutan kebijakan dan kapasitas fakultas. Model ini bersifat replikatif, berbiaya rendah, dan didukung komunitas peninjau sejawat untuk keberlanjutan.
Copyrights © 2026