Kelompok tani tidak hanya menghadapi persoalan produksi, tetapi juga keterbatasan dalam memperluas akses pasar dan mengkomunikasikan nilai produk kepada konsumen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat akses pasar produk olahan Kelompok Tani Tumpang Sari melalui pelatihan digital marketing sebagai bagian dari program penguatan Food Hub Desa di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Mitra berjumlah 12 orang anggota kelompok tani. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan pemasaran, penyampaian materi pemasaran digital, praktik promosi produk, pendampingan, serta evaluasi capaian program. Pelatihan diarahkan untuk mengubah orientasi pemasaran yang sebelumnya bertumpu pada penjualan produk pertanian menjadi pemasaran yang lebih terencana dengan dukungan identitas produk, pengemasan, branding, dan pemanfaatan media digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing memperkuat kesiapan mitra dalam mengintegrasikan produk olahan dengan strategi promosi dan akses pasar. Dalam laporan kemajuan program, indikator peningkatan omzet pada aspek pemasaran telah berstatus tercapai, meskipun capaian tersebut merupakan hasil rangkaian intervensi program dan tidak dapat diatribusikan hanya pada pelatihan digital marketing. Keberlanjutan program memerlukan konsistensi produksi konten, pembagian peran pengelola pemasaran, dan pendampingan untuk menjaga aktivitas promosi digital kelompok.
Copyrights © 2026