Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 anak berkebutuhan khusus di salah satu sekolah dasar di Surabaya yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari instrumen Olweus Bullying Questionnaire. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying masih sering terjadi pada anak berkebutuhan khusus, dengan bentuk yang paling dominan adalah bullying verbal. Selain itu, ditemukan pula bullying fisik, sosial, psikologis, serta bentuk lainnya seperti perusakan barang, ancaman, dan cyberbullying, meskipun dengan intensitas yang bervariasi. Bullying terjadi di berbagai lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas, dan memberikan dampak berupa munculnya rasa khawatir pada sebagian siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan bullying yang lebih sistematis di lingkungan sekolah, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2025