Penelitian ini di latar belakangi oleh kenyataan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah Yaslim terdapat siswa yang tergolong slow learners dan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar anak slow learners dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Madrasah Ibtidaiyah Yaslim, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, dengan subjek penelitian adalah guru kelas 2 dan 4 beserta orang tua siswa sebagai subjek pendukung, serta siswa slow learners. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan berbagai peran penting dalam membantu anak slow learners, seperti sebagai motivator, fasilitator, pembimbing, pendamping, dan mediator antara sekolah dan orang tua. Meskipun guru menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, sarana, dan kurangnya dukungan dari orang tua, mereka tetap berusaha memberikan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan penuh empati. Peran aktif terbukti mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa slow learners dalam mengikuti proses pembelajaran. Kata Kunci: peran guru, kesulitan belajar, slow learners, tantangan guru, pendidikan madrasah
Copyrights © 2025