JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues
Vol. 6 No. 1 (2026): May Edition 2026

Skrining kandungan quercetin pada ekstrak kelakai (stenochlaena palustris) menggunakan high performance liquid chromatography (HPLC)

Kiki Rizky Ananda (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda)
Herviana Herviana (Institut Kesehatan Mitra Bunda)
Saidah Saidah (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda)



Article Info

Publish Date
23 May 2026

Abstract

Background: Kelakai (Stenochlaena palustris) is a plant endemic to Kalimantan that is used as a functional food and traditional medicine due to its bioactive compounds. Previous research has reported that kelakai has high total flavonoid content and strong antioxidant activity. Purpose: To conduct specific screening of quercetin compounds in kelakai extract. Methods: High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) was used, given that quercetin is often used as an indicator of the health potential of foods. The analysis was performed using a C18 column with an isocratic mobile phase of a mixture of phosphoric acid and methanol, and detection at a wavelength of 370 nm.. Results: Quercetin was not detected in the kelakai extract. However, the validity of the method was proven through accuracy testing using a standard 10 mg/L spiking technique, which produced an average recovery value of 104.06%. The absence of the bioactive compound quercetin in the kelakai extract indicates that the flavonoid profile of this plant is likely dominated by other groups, such as kaempferol and its glycoside (astragalin), which still responded positively in the total flavonoid test. Conclusion: Quercetin was not detected in the kelakai extract using the HPLC method under the analytical conditions used.   Keywords: HPLC method; Kelakai; Quercetin; Stenochlaena palustris.   Pendahuluan: Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman endemik Kalimantan yang dimanfaatkan sebagai pangan fungsional dan obat tradisional karena mengandung senyawa bioaktifnya. Penelitian sebelumnya melaporkan kelakai memiliki kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan yang kuat. Tujuan: Untuk melakukan skrining spesifik terhadap senyawa quercetin pada ekstrak kelakai. Metode: Menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), mengingat quercetin sering dijadikan indikator potensi kesehatan suatu bahan pangan. Analisis dilakukan menggunakan kolom C18 dengan fase gerak isokratik campuran asam fosfat dan metanol, serta deteksi pada panjang gelombang 370 nm. Hasil: Senyawa quercetin tidak terdeteksi dalam ekstrak kelakai. Namun, validitas metode terbukti melalui uji akurasi menggunakan teknik spiking standar 10 mg/L, yang menghasilkan nilai perolehan kembali (recovery) rata-rata sebesar 104,06%. Tidak adanya senyawa bioaktif quercetin dalam ekstrak kelakai menunjukkan bahwa profil flavonoid tanaman ini kemungkinan didominasi oleh kelompok lain, seperti kaempferol dan glikosidanya (astragalin), yang tetap memberikan respon positif pada uji total flavonoid. Simpulan: Quercetin tidak terdeteksi dalam ekstrak kelakai menggunakan metode HPLC pada kondisi analisis yang digunakan.   Kata Kunci: Kelakai; Metode HPLC; Quercetin; Stenochlaena palustris.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pti

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi ilmu keparmasian. Penelitain sesuai tren pengobatan sesuai sumber alam di negara tropis. Pengembangan obat dan pendistribusian kepada pelanggan, dan sesuai aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) - Republik ...