Psikologi dan tasawuf mempunyai peran untuk mampu memberikan kontribusi besar terhadap pemberdayaan dan pengembangan perilaku manusia dalam menempatkan manusia yang berarti (berkualitas) dalam kemampuan seseorang untuk memahami, menghayati, serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya psikologi tasawuf, bisa diketahui tata cara pengisian diri menuju jiwa yang sehat. Selain itu, konseling berbasis psikologi tasawuf dapat menjadi sarana praktis untuk membimbing individu dalam mengatasi masalah emosional, mental, maupun spiritual. Konseling ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali individu dengan strategi praktis untuk menata jiwa dan perilaku sehari-hari, sehingga tercapai keseimbangan antara aspek psikologis dan spiritual.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu kajian pustaka, tinjuan pustaka, kajian teoritis, dan analisa sumber pustaka (literature review). Penelusuran pustaka tidak hanya untuk langkah awal menyiapkan kerangka penelitian (research design) akan tetapi sekaligus memanfaatkan sumber-sumber kepustakaan untuk memperoleh data penelitian dan ditujukan untuk membangun konsep pemikiran yang matang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada tiga cara pengisian diri untuk menuju jiwa yang sehat dalam perspektif psikologi tasawuf, yaitu Takhalli (pembersihan diri dari sifat tercela), Tahalli (pembentukan diri dengan sifat terpuji), dan Tajalli (manifestasi keindahan dan cahaya Ilahi dalam diri). Melalui integrasi psikologi tasawuf dan konseling, ketiga proses ini dapat diterapkan secara praktis untuk membantu individu mencapai kesehatan jiwa dan kualitas hidup yang lebih baik.
Copyrights © 2026