Pembelajaran matematika pada abad ke-21 mengharuskan guru mengembangkan kompetensi, merespons berbagai tantangan, dan memilih strategi yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi guru matematika terhadap pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21 melalui studi literatur. Sebelas artikel ilmiah terindeks SINTA yang diperoleh melalui Google Scholar pada rentang tahun 2023–2026 dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tematik. Hasil kajian memperlihatkan perubahan peran guru dari penyampai materi menuju fasilitator, pembimbing, dan inovator yang memanfaatkan teknologi digital. Kendala yang banyak muncul berkaitan dengan penguasaan teknologi, keberlanjutan pelatihan, dan ketersediaan infrastruktur sekolah. Sejumlah strategi, seperti pembelajaran berbasis proyek dan masalah, open-ended, STEM, kontekstual, gamifikasi, serta pemanfaatan teknologi digital, relevan untuk mendukung keterampilan abad ke-21. Oleh sebab itu, persepsi positif guru perlu disertai penguatan profesional dan dukungan fasilitas agar penerapannya dapat berlangsung secara optimal.
Copyrights © 2026